Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 9 November 2017 | 17:09 WIB
  • Empat Tokoh Diberi Gelar Pahlawan, Gus Dur Masih Menunggu

  • Oleh
    • Eko Priliawito,
    • Agus Rahmat
Empat Tokoh Diberi Gelar Pahlawan, Gus Dur Masih Menunggu
Photo :
  • VivaNews/ Nurcholis Anhari Lubis
Foto Gus Dur - Abdurrahman Wahid

VIVA – Empat tokoh bangsa ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai Pahlawan Nasional. Penetapan itu diputuskan melalui Surat Keputusan Presiden No 115/TK/tahun 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan.

Keempat tokoh tersebut adalah TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid, tokoh asal Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kemudian, Laksamana Malahayati (Keumalahayati), tokoh asal Nanggroe Aceh Darussalam; Sultan Mahmud Riayat Syah, tokoh asal Kepulauan Riau; dan Lafran Pane tokoh asal Daerah Istimewa Yogyakarta yang juga pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat dihubungi tidak bisa menjelaskan, kenapa akhirnya empat tokoh itu yang dipilih mendapatkan gelar pahlawan nasional.

"Mohon maaf Mensos tidak pada posisi berwenang menjawab. Kemensos tugasnya memfasilitasi tim TP2GP (Tim Peneliti Pengkaji Gelar Pusat) sampai rekomendasi tim untuk diteruskan kepada Presiden," kata Khofifah Indar Parawansa di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 26 Oktober 2017.

Keempat nama itu dipilih, kata Khofifah, adalah sepenuhnya kewenangan dari Presiden. Dalam hal ini atas usulan Dewa Gelar, setelah nama-nama yang diajukan itu diteliti dan dikaji oleh tim di TP2GP.

Sebelumnya, ada sembilan nama yang diajukan ke Presiden Jokowi untuk dipilih sebagai pahlawan nasional. Ada beberapa nama seperti KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur hingga diplomat yang juga kakek Gubernur DKI Anies Baswedan, AR Baswedan.

"Ada Gus Dur yang pending. Ada Pak Lafran Pane dari Yogyakarta. Yang kemarin, empat itu ada Laksamana Malahayati dari Aceh. Kemudian, ada Sultan Mahmud dari Riau. Ada tuan guru dari NTB (Tuan Guru Kiai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid). Kemudian ada beberapa lagi," kata Khofifah.

Mensos juga tidak menjelaskan kenapa nama Gus Dur dan AR Baswedan tidak ditetapkan sebagai pahlawan nasional bersamaan dengan empat tokoh tersebut.

"Karena semuanya ada di kewenangan Presiden. Ada juga yang kami masukkan, kakeknya Pak Anies Baswedan. Juga sudah selesai di TP2GP dan Dewan Gelar," kata Khofifah. (ase)