Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 9 November 2017 | 19:17 WIB
  • Usai Diperiksa KPK, Bos Quadra Solution Langsung Ditahan

  • Oleh
    • Aries Setiawan,
    • Edwin Firdaus
Usai Diperiksa KPK, Bos Quadra Solution Langsung Ditahan
Photo :
  • ANTARA/Hafidz Mubarak A
Gedung KPK, Jakarta.

VIVA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan Direktur Utama (Dirut) PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudiharjo, usai menjalani pemeriksaan tersangka, Kamis, 9 November 2017. Anang dijerat penyidik KPK terkait kasus dugaan korupsi e-KTP.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, mengungkapkan bahwa Anang ditahan untuk 20 hari pertama, demi kepentingan penyidikan.

"ASS ditahan di Rutan KPK yang berada di Pomdam Jaya, Guntur, Manggarai, untuk 20 hari pertama," kata Febri melalui pesan singkatnya.

Anang sendiri saat ditanyai wartawan enggan berkomentar. Dia memilih langsung masuk mobil tahanan.

Anang melalui perusahaannya merupakan salah satu perusahaan yang ikut proyek e-KTP tahun 2011, yang merugikan keuangan negara hingga Rp2,3 triliun.

Anang pada kasus ini dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang Undang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Dalam persidangan Andi Narogong yang digelar Jumat, 3 November 2017, jaksa KPK memutar rekaman percakapan telepon antara Anang dengan Direktur Biomorf Lone LLC Johannes Marliem.

Dalam rekaman itu, Anang menyebut telah menyerahkan sejumlah uang kepada Ketua DPR RI, Setya Novanto dari keuntungan PT Quadra Solution. Anang pun mengamini saat dikonfirmasi ulang oleh jaksa penuntut umum KPK.

Selain itu, Anang juga menyebut nama mantan bos PT Gunung Agung Made Oka Masagung. Dia mengatakan Oka adalah rekan Novanto. Bahkan, ia mengaku sempat mendatangi Oka untuk mencari modal awal menggarap proyek e-KTP.

Anang juga mengatakan pernah mengirimkan uang ke Oka senilai 2 juta dollar Amerika Serikat, untuk membeli saham perusahaan bernama Neuraltus Pharmaceuticals, di Amerika Serikat.