Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 10 November 2017 | 16:03 WIB
  • Menteri Susi Terima Gelar Doktor Honoris Causa dari ITS

  • Oleh
    • Dedy Priatmojo,
    • Nur Faishal (Surabaya)
Menteri Susi Terima Gelar Doktor Honoris Causa dari ITS
Photo :
Menteri Susi Pudjiastuti dapat gelar doktor honoris causa di ITS

VIVA – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menerima gelar doktor honoris causa bidang manajemen dan konservasi sumber daya kelautan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember atau ITS Surabaya. Susi mengatakan, gelar kehormatan tersebut jadi pengukuh atas semua kebijakannya di kementerian.

Susi kian percaya diri atas gelar honoris causa itu. Maklum, secara formal dia tidak lulus untuk tingkat sekolah menengah atas.

Kecerdasan dan keuletannya di bidang perikanan menjadikan wanita eksentrik itu jadi wanita hebat, hingga kemudian ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

Kebijakannya kerap mengundang kontroversi, yang paling menonjol terkait pemberantasan penangkapan ikan secara ilegal, terutama oleh nelayan asing. Banyak yang mendukung bahwa apa yang dilakukan wanita bergaya kekinian itu semata-mata untuk memastikan bahwa laut Indonesia adalah hanya untuk rakyat Indonesia.

Susi mengakui sebetulnya tidak mempertimbangkan soal gelar kehormatan tersebut. Tetapi dia mengakui itu bisa melegitimasi setiap kebijakan yang dikeluarkan di kementerian. "Itu pun masih ada yang sangsi," katanya seusai pengukuhan gelar di ITS Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat, 10 November 2017.

Dengan gelar honoris causa itu, Susi mengaku kian bersemangat meneruskan kebijakannya dalam hal pemberantasan illegal fishing. "Semoga penganugerahan mendorong saya untuk lebih baik dan lebih berperan khususnya dalam menjalankan pembangunan di negeri ini," katanya.

Rektor ITS Joni Hermana mengatakan, Susi Pudjiastuti layak menerima gelar doktor honoris causa karena kemampuannya membuat perubahan di bidang kelautan dan perikanan. Kebijakannya tidak hanya bersifat teknis, tetapi berjalan secara berkesinambungan. "Kami dan bangsa Indonesia bangga dengan beliau," ujarnya. (mus)