Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 10 November 2017 | 17:33 WIB
  • Komunitas Katolik Internasional Puji Kerukunan di Indonesia

  • Oleh
    • Harry Siswoyo,
    • Fajar Ginanjar Mukti
Komunitas Katolik Internasional Puji Kerukunan di Indonesia
Photo :
  • VIVA.co.id/Fajar GM
Komunitas Katolik Internasional dan Din Syamsudin, Kantor Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban, Kamis (10/11/2017)

VIVA – Komunitas umat Katolik internasional, Community of Sant'Egidio, memuji cara yang ditempuh Pemerintah Indonesia untuk menjaga kerukunan antargolongan serta antarumat beragama di Indonesia.

Lewat pembentukan Kantor Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban oleh Presiden Joko Widodo pada 23 Oktober 2017 dengan Din Syamsudin sebagai ketuanya, komunitas Katolik mengaku gagasan itu layak untuk direplikasi di negara lain.

President Community of Sant'Egidio Marco Impagliazzo, menyampaikan bahwa kantor itu layaknya 'jembatan antarperadaban'. Dalam agama Katolik, konsep serupa dikenal melalui istilah 'pontifex' atau 'pembangun jembatan' dengan Paus di Vatikan sebagai representasinya.

"Di Indonesia, ini pontifex-nya, Pak Din Syamsudin. Dalam arti, Pak Din sebagai orang yang membangun jembatan peradaban," ujar Marco di Kantor Utusan Presiden di Gedung Sekretariat Negara, Jumat, 10 November 2017.

Marco menyampaikan, penjembatanan adalah mekanisme yang perlu dilakukan supaya umat-umat di dunia bisa hidup rukun, sehingga mencapai kemajuan. Sementara itu, konsep eksklusivitas, seperti yang muncul dalam paham rasis, akan membuat umat-umat di dunia saling bermusuhan.

"Melalui jembatan, berbagai peradaban, umat-umat, bangsa-bangsa berjumpa. Masyarakat itu menjadi kaya. Tetapi jika menciptakan tembok, umat menjadi lebih miskin. Karena, muncul perasaan ketakutan dan upaya untuk menggugat," ujar Marco.