Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 11 November 2017 | 17:18 WIB
  • Tablig Akbar di Garut, Bachtiar Nasir Serukan Persatuan Umat

  • Oleh
    • Dedy Priatmojo,
    • Diki Hidayat (Garut)
Tablig Akbar di Garut, Bachtiar Nasir Serukan Persatuan Umat
Photo :
Tablig akbar Ustaz Bachtiar Nasir di Garut

VIVA – Tablig akbar yang menghadirkan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Bachtiar Nasir, dan Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), KH Ahmad Sobri Lubis, di Lapangan Sarana Olahraga Kerkof Garut Garut, Jawa Barat, Sabtu, 11 November 2017, berlangsung khidmat dan damai.

Sebelumnya, acara tablig akbar di Garut dan kehadiran Ustaz Bachtiar Nasir di Garut sempat mendapat penolakan dari Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Garut. NU menganggap tema tablig akbar yang diusung, yakni'Garut Bumi Islam' dan pengisi acara tersebut kontroversial.

Dalam ceramahnya di depan ribuan jemaah ustaz Bachtiar Nasir mengajak umat Islam harus mampu menjaga ukhuwah Islamiyyah. Menurut Bachtiar, umat Islam harus mampu bersatu walaupun memiliki perbedaan organisasi. Tabligh akbar yang diselenggarakan di Garut menjadi tonggak persatuan umat Islam di Indonesia.

"Ini merupakan momentum tonggak persatuan umat Islam di Indonesia. Sebab, dalam sejarah perjuangan mempersatukan umat Islam pernah diawali dari Garut," kata Ustaz Bachtiar Nasir.

Sementara itu, Ketua Umum FPI KH Ahmad Sobri Lubis juga menyampaikan seruan kepada para jemaah agar umat Islam selalu memupuk persaudaraan dan tidak mudah menfitnah orang lain. "Persaudaraan antara umat Islam harus tetap dijaga bahkan wajib dibangun," kata dia.

Tablig akbar di Garut mendapat penjagaan ketat ribuan personel kepolisian dan TNI yang dikawal langsung Polda Jabar. Kapolda Jawa Barat, Inspektur Jenderal Polisi Agung Budi Maryoto memastikan tablig akbar berjalan aman dan kondusif.

Semula tabligh akbar akan digelar di Lapangan Otto Iskandar Dinata atau Alun-alun Garut, namun Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (Forkopinda) Garut merekomendasikan pelaksanaannya dipindah ke Lapangan Sarana Olahraga Kerkof Garut dengan alasan keamanan. (ren)