Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 12 November 2017 | 00:43 WIB
  • Respons Khofifah Soal Izin Acara Dicabut Rektor UIN Surabaya

  • Oleh
    • Lis Yuliawati,
    • Nur Faishal (Surabaya)
Respons Khofifah Soal Izin Acara Dicabut Rektor UIN Surabaya
Photo :
  • VIVA.co.id/ Nur Faishal (Surabaya)
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

VIVA – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa merespons santai soal kabar dicabutnya izin tempat acara talkshow oleh Korps Putri PMII di kampus Universitas Islam Negeri Surabaya, Jawa Timur, Sabtu 11 November 2017. 

Khofifah meminta tidak ada pihak-pihak yang melebihkan hal itu agar tidak jadi polemik berkepanjangan. Dia sendiri tidak menghadiri talkshow tersebut, yang bertema "Perempuan sebagai Pahlawan Revolusioner Peradaban Jawa Timur". 

Dia mengutus staf khusus sebagai perwakilan. Khofifah mengaku tidak hadir karena berbenturan dengan jadwal acara Program Keluarga Harapan di Kecamatan Rungkut, Surabaya, Jawa Timur.

"Acaranya jalan, kok. Ada Kiai Asep di sana, ada Pak Profesor Masud di sana, ini persis waktunya. Pilihan sebetulnya, hadir di forum itu pilihan, enggak usah lebay-lebay, biasa saja," kata Khofifah kepada wartawan usai acara PKH di kantor Kecamatan Rungkut, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 11 November 2017.

Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama menambahkan, "Sudahlah, kita harus saling menghormati. Teman-teman, yang masih bisa dibangun suasana kondusif, bangunlah suasana kondusif. Enggak usah bikin macam-macam interpretasi. Coba lihat mereka (penerima PKH) bahagia, saya menyapa mereka dengan tersenyum."

Sebelumnya, Ketua Korpri PMII Jawa Timur Nafisatul Qudsiyah mengatakan, awalnya pihak kampus mengizinkan acara yang bekerja sama dengan Dewan Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat itu digelar di salah satu gedung kampus. Saat itu, surat permohonan sewa gedung tidak ditulis narasumber yang bakal hadir, termasuk kehadiran Khofifah.

Setelah ada konfirmasi kehadiran dari Khofifah, disebar pamflet acara di kampus dan media sosial. Tiga hari sebelum acara, kata Nafisah, ketua panitia dipanggil Rektor UIN Surabaya, Abdul A'la. "Katanya tidak diizinkan (acara memakai aula kampus)," ujarnya ditemui VIVA di lokasi acara.

Rektor di India

Rektor A'la mengaku sebelumnya tidak mengetahui adanya acara itu. Dia mengaku berada di New Delhi, India, menghadiri acara konferensi internasional.

Dia baru tahu acara itu sehari sebelum pelaksanaan acara. Padahal, Sabtu ini terjadi pemadaman listrik di UIN. "Maka terlepas dari persoalan apa pun maka tentu tidak bisa difasilitasi," ujarnya melalui pesan singkat.

Dia membantah spekulasi yang berkembang ada alasan politis atas kebijakannya itu, termasuk karena menilai acara tersebut diduga sebagai 'kampanye' Pilgub Jawa Timur oleh Khofifah.

"Jika nanti sudah waktu kampanye akan kami upayakan semua calon bisa menyampaikan visi, misi, dan program mereka di UINSA," katanya. (ren)