Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 12 November 2017 | 20:37 WIB
  • Dua Jasad Penyerang Polres Dharmasraya Diautopsi

  • Oleh
    • Harry Siswoyo,
    • Andri Mardiansyah (Padang)
Dua Jasad Penyerang Polres Dharmasraya Diautopsi
Photo :
  • VIVA.co.id/Andri Mardiansyah
Jasad salah seorang pelaku penyerangan dan pembakaran Polres Dharmasraya Sumatera Barat saat tiba di RS Bhayangkara Padang, MInggu (12/11/2017)

VIVA – Dua jenazah pelaku penyerangan dan pembakaran Polres Dharmasraya Sumatera Barat akan menjalani proses autopsi di RS Bhayangkara Padang.

Masing-masing pelaku yakni, Eka Fitria Akbar (24) dan Enggria Sudarmadi (25), warga asal Jambi ini akan diautopsi oleh tim Disaster Victim Identification Polda Sumatera Barat.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sumatera Barat Kombes Pol dr Danang Pamudji mengatakan saat ini sampel DNA keduanya sudah diambil untuk kemudian dilakukan tahap selanjutnya yakni postmortem.

Selain itu, malam ini juga pihaknya akan melakukan autopsi luar-dalam terhadap kedua jenazah tersebut untuk memastikan penyebab kematian dan mengetahui data-data lain.

"Setelah itu, barulah masuk kepada tahapan rekonsiliasi yakni mencocokan data antemortem dan postmortem untuk mengetahui nama korban dan alamat serta keluarganya," kata Danang, Minggu, 12 November 2017.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kedua jenazah tersebut masih dalam kondisi utuh, dan terdapat sejumlah luka pada bagian dada, lengan, pelipis. "Untuk sementara semua sudah tercatat, nanti aka dilaporkan secara detail,"tambahnya.

Danang juga memastikan, setelah proses autopsi selesai dan diketahui siapa keluarganya, maka kedua jenazah tersebut akan diserahkan kepada pihak keluarga untuk kemudian dimakamkan.

Sebelumnya, kedua warga asal Jambi itu diduga melakukan penyerangan dan pembakaran terhadap kantor Polres Dharmasraya. Aksi mereka diketahui petugas damkar dan petugas jaga. Keduanya pun lari ke belakang asrama, dan kembali lagi ke bagian depan kantor yang sudah terbakar.

Saat diberikan tembakan peringatan ke udara, keduanya sempat melakukan perlawanan dengan melepaskan anak panah ke arah petugas. Atas itulah, keduanya pun ditembak hingga tewas.

Hingga saat ini, pihak kepolisian memastikan mereka masuk dalam jaringan teroris, hanya saja belum diketahui mereka masuk jaringan yang mana. Selain itu, polisi juga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui motif sebenarnya.