Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 12 November 2017 | 21:04 WIB
  • Jokowi Ngunduh Mantu di Medan, Arus Lalu Lintas Direkayasa

  • Oleh
    • Harry Siswoyo,
    • Putra Nasution (Medan)
Jokowi Ngunduh Mantu di Medan, Arus Lalu Lintas Direkayasa
Photo :
  • ANTARA Foto/R. Rekotomo
Bobby Nasution & Kahiyang Ayu

VIVA – Kepolisian Resor Kota Medan memastikan akan melakukan rekayasa arus lalu lintas untuk menjaga kelancaran prosesi Ngunduh Mantu Presiden Joko Widodo di daerah itu selama tiga hari.

"Kami akan tempatkan personel di persimpangan-persimpangan untuk mengamankan jalur yang dilewati. Kami juga akan mendirikan posko-posko," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Medan AKBP Muhammad Saleh, Minggu, 12 November 2017.

Prosesi Ngunduh Mantu, pasangan Muhammad Bobby Afif Nasution dan Kahiyang Ayu di Medan akan digelar pada tanggal 24 hingga 26 November 2017.

Direncanakan, rencana rekayasa lalu lintas ini akan melibatkan TNI, Dinas Perhubungan Kota Medan dan pihak keluarga dari Boby Nasution. Atas itu, sementara ini untuk rencana rekayasa belum bisa detailkan.

"Karena kalau tamu yang datang melebihi prediksi, kami akan minta bantuan BKO untuk pengawalan. Dan jumlah kendaraan kami kan juga harus menyesuaikan tamu yang datang. Bisa saja kami minta bantuan sepeda motor Lantas dari Polres tetangga, seperti Langkat, Binjai," jelas Saleh.

Selain pengamanan arus lalu lintas,  kepolisian juga akan memberikan pengawalan terhadap tamu VVIP yang menghadiri acara Ngunduh Mantu, yang akan digelar kediaman Bobby, di Perumahan Bukit Hijau Regency, Taman Setia Budi (BHR Tasbi) di Jalan Setia Budi Medan, Sumatera Utara.

Sejauh ini, Saleh mengatakan sudah ada sejumlah kantong-kantong parkir yang akan disediakan di sekitar acara Ngunduh Mantu, termasuk parkir VVIP bagi orang nomor satu di negeri bersama dan keluarga.

"Tamu VVIP kan harus dikawal supaya tertib, bukan eksklusif. Pak Jokowi sebenarnya tidak mengharapkan pengawalan itu, ada suratnya. Tapi ini kan tempat kita. Kita harus beri kenyamanan, jangan jadi risiko," katanya.