Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 14 November 2017 | 18:16 WIB
  • Siswi SD Palembang Meninggal Dunia Usai Divaksinasi Tetanus

  • Oleh
    • Bayu Adi Wicaksono,
    • Aji YK Putra (Palembang)
Siswi SD Palembang Meninggal Dunia Usai Divaksinasi Tetanus
Photo :
  • Aji YK Putra (Palembang)
Jenazah Jumiarni saat berada di rumah duka.

VIVA – Seorang siswi sekolah dasar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Yayasan Al Hikmah Gang Duren 7 Ulu Palembang, Sumatera Selatan, meninggal dunia usai mendapatkan vaksinasi yang diadakan pihak sekolah.

Korban bernama Jumiarni, berusia 8 tahun. Dia meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan tim medis di Rumah Sakit Muhammadiyah, Sabtu 11 November 2017.

Menurut keluarga, Jumiarni mendapatkan vaksinasi pada Jumat 10 November 2017. Tapi beberapa jam usai divaksin, tiba-tiba Jumiarni mengalami kelumpuhan pada kaki dan tangannya. Akhirnya korban dibawa ke puskesmas setempat lalu dirujuk ke RS Muhammadiyah.

"Kondisi setelah vaksin itu sebenarnya biasa saja. Tapi ketika di rumah, tangannya bengkak dan kakinya lumpuh," kata Fifi, bibi dari Jumiarni  saat ditemui di rumah duka di Jalan Panca Usaha Lorong Parlova RT 55 RW 15 Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Selasa, 14 November 2017.

Sebelum divaksin, kondisi kesehatan putri sulung pasangan Juniarto dan Meisyah dinyatakan baik-baik. Tidak ada keluhan sakit apapun sebelum dia pergi ke sekolah.

"Ketika pulang, katanya ikut vaksin di sekolah. Padahal sebelum itu, dia senang sekali ikut vaksin, tidak tahunya kejadian begini," ujarnya.

Terkait kasus ini, Dinas Kesehatan Kota Palembang mengaku telah melakukan penyelidikan. Dan diketahui, Jumiarni mendapatkan vaksinasi tetanus.

" Itu vaksin anti tetanus" kata Sekretaris Dinas Kesehatan Palembang, Alfarobi.

Menurut Alfarobi, vaksinasi itu merupakan program pemerintah yang dilakukan setahun sekali untuk anak-anak usia sekolah dasar.

Selam program vaksinasi ini berjalan di seluruh Indonesia, tak ada seorang pun yang meninggal dunia karena vaksin itu. 

"Seluruh teman-temannya tidak mengalami apapun. Tetapi kita masih selidiki dulu dan meminta riwayat dari pihak rumah sakit, apakah korban sebelumnya pernah sakit. Biasanya itu cuma demam. Kemungkinan karena demam itu atau riwayat lain, kita masih cari tahu," ujarnya.