Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 15 November 2017 | 13:32 WIB
  • OPM: Kami Tidak Akan Berhenti Bergerilya

  • Oleh
    • Dedy Priatmojo,
    • Banjir Ambarita (Papua)
OPM: Kami Tidak Akan Berhenti Bergerilya
Photo :
  • Banjir Ambarita/Papua
Kelompok bersenjata di Papua

VIVA – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim bertanggung jawab atas tewasnya personel Brimob Brigadir Firman, Rabu, 15 November 2017 sekitar pukul 03.30 WIT di Mile 69 Tembagapura, Timika, Papua.

Selain itu, kelompok pejuang kemerdekaan Papua itu juga mengklaim menembaki helikopter dan mobil patroli.

"Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) telah menembak mati seorang anggota Brimob, dan tembak atau hancurkan tiga mobil dan satu helikopter di Tembagapura, West Papua pada hari ini tanggal 15 November 2017, pukul 3:30 Wit," kata Juru Bicara OPM Sebby Sambon melalui pesan elektroniknya dari Port Vila Vanuatu PNG.

Aksi penyerangan terhadap aparat Kepolisian dipimpin langsung Panglima Kodap TPNPB Tembagapura, Ayub Waker, dengan Komandan Operasi Gusby Hunggi. "TPNPB bertanggung jawab atas aksi penembakan tadi, dan ini memang perang di daerah tambang emas PT Freeport Indonesia di Tembagapura, West Papua," ujar Sambo.

Sambo mengklaim OPM juga berhasil merebut senjata api milik personel Brimob yang ditembaki. “(Senjata) mesin yang kami rebut dari polisi Indonesia sudah di tangan kami, dan kami tidak akan berhenti untuk melakukan serangan-serangan dengan cara gerilya," tegasnya.

Lokasi penembakan anggota Brimob di Timika Papua

Foto:  Lokasi penembakan dua anggota Brimob Polda Papua oleh OPM

Dia menambahkan, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat tidak akan berhenti melancarkan perang gerilya sampai tuntutan penentuan nasib bangsa Papua dipenuhi Indonesia.

"Sesuai prinsip Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat TPNPB), satu pucuk senjata lawan seribu pucuk senjata musuh Indonesia, dan hal ini sedang terjadi di wilayah tambang emas milik PT. Freeport Indonesia di Tembagapura, West Papua dan akan terus dilakukan sampai West Papua merdeka penuh dari tangan penjajah Indonesia," tuturnya.

Sementara itu, mengenai klaim OPM yang berhasil menembak helikopter dan merampas senjata personel Brimob, dibantah Juru Bicara Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal. "Enggak ada tuh heli ditembak dan senjata dirampas," kata Kombes Kamal saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, Satgas terpadu/Brimob Den B Polda Papua melaksanakan patroli/penyelidikan di areal tambang PT Freeport Tembagapura Mile 69 Timika Papua, Rabu 15 November 2017. Pada sekitar pukul 03.50 WIT terjadi penembakan terhadap anggota Brimob yang sedang patroli menelusuri perbukitan di wilayah tersebut.

Dua personel Brimob tertembak, satu di antaranya tewas. Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua anggota Brimob yang ditembaki kelompok bersenjata Papua adalah Brigadir Firman yang tewas karena luka tembak di bagian punggung dan Bripka Yongky Rumte yang mengalami luka tembak di bagian punggung.

Komandan Operasi TPN OPM di Tembagapura, Gusby Hunggi, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengklaim bertanggung jawab atas penembakan itu. "Itu pasukan saya yang tembak," ujarnya. (ase)