Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 15 November 2017 | 14:55 WIB
  • Khofifah Isyaratkan Tak Pilih AHY Jadi Cawagub Jatim?

  • Oleh
    • Mohammad Arief Hidayat,
    • Daru Waskita (Yogyakarta)
Khofifah Isyaratkan Tak Pilih AHY Jadi Cawagub Jatim?
Photo :
  • VIVA.co.id/ Agus Rahmat.
Menteri Sosial Khofifah Indra Parawansa.

VIVA – Khofifah Indar Parawansa masih merahasiakan sosok kandidat calon wakil gubernur yang akan mendampinginya di pemilihan gubernur Jawa Timur pada 2018.

Namun, dia mengisyaratkan tak memilih Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY, putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono, sebagaimana dirumorkan sejak sebulan terakhir.

Dia tak menjawab lugas ketika didesak pertanyaan seputar figur calon wakil gubernur itu. "Yang jelas warga Jawa Timur," katanya di Yogyakarta pada Rabu, 15 November 2017.

Sebenarnya, kata Khofifah, ada dua kandidat yang sedang dibahas dan dikaji oleh Tim Sembilan, yang dipimpin Salahudin Wahid alias Gus Solah, adik mendiang Presiden keempat Indonesia, Abdurrahman Wahid. Dua nama itu akan dikomunikasikan dulu dengan partai pengusung.

Tetapi, dia tetap menolak menyebutkan identitas kedua nama itu sebelum dikomunikasikan dengan pimpinan partai pendukung. "Kami tunggu saja siapa nama yang akan muncul," katanya.

Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama itu juga tak menjawab dengan terang kala didesak tentang perkiraan waktu deklarasi pencalonannya, sekaligus nama sang calon wakil gubernur. "As soon as possible, segera dan secepatnya," ujarnya.

Pemilihan Gubernur Jawa Timur

Nama AHY digosipkan masuk daftar calon wakil gubernur untuk mendampingi Khofifah. Daftar nama kandidat sedang dibahas dan dikaji oleh Tim Sembilan. Mulanya disebutkan ada sepuluh nama dalam daftar itu, lalu menyusut menjadi tiga, yakni AHY, Emil Elestianto Dardak (bupati Trenggalek), dan Ipong Muchlissoni (bupati Ponorogo).

Asep Saifuddin, juru bicara Tim Sembilan, tak pernah menyangkal atau mengiyakan dengan lugas tentang nama AHY. Saat mula-mula nama AHY disebut dalam sepuluh kandidat pendamping Khofifah pada pertengahan Oktober lalu, dia hanya mengatakan, "Mungkin ya (ada AHY)".

Belakangan daftar kandidat itu menyusut lagi menjadi dua nama saja, tetapi Tim Sembilan belum memublikasikannya. "Mengerucut dua nama, hanya memang tidak boleh sebutkan namanya," kata Asep di Surabaya pada Minggu, 5 November 2017.

AHY maupun dua nama lain yang pernah disebut itu dianggap mencerminkan satu di antara tiga kawasan, yang menurut sebagian pakar ilmu politik, masih dianggap kunci dalam pemenangan Pemilihan Gubernur Jawa Timur tahun 2018. Baca selengkapnya di Menyongsong Duel Klasik Khofifah vs Saifullah