Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 15 November 2017 | 15:40 WIB
  • 30 Tahun Berdiri, Baru Ini Satwa di TSI Diberi Minuman Keras

  • Oleh
    • Dedy Priatmojo,
    • Muhammad AR (Bogor)
30 Tahun Berdiri, Baru Ini Satwa di TSI Diberi Minuman Keras
Photo :
Taman Safari Indonesia -Bogor melarang pengunjung membawa makanan dan minuman

VIVA – Pasca beredarnya video muda-mudi yang tengah memberikan minuman keras pada satwa di lembaga konservasi satwa, Taman Safari Indonesia (TSI), Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pengawasan terhadap pengujung diperketat. Petugas disiagakan 24 jam di berbagai titik lokasi.

"Kami sudah melakukan peningkatan patroli dan upaya koordinasi. Di sini juga ada petugas yang 24 jam mengawasi," kata Kepala Humas TSI, Yulius H.Suprihardo saat mendampingi VIVA.co.id melihat lokasi satwa, Rabu, 15 November 2017.

Yulius mengatakan, kejadian amoral ini baru terjadi sejak konservasi satwa ini diresmikan pada 16 Maret 1990. Sejak berdiri 30 tahun silam, TSI menerapkan aturan ketat kepada pengunjung yang hendak memasuki lingkungan satwa.

"Sudah menerapkan rambu atau larangan bagi pengunjung, untuk tidak turun dari kendaraan, untuk tidak mengganggu satwa, tidak memberikan makan kepada satwa. Itu sudah terpampang di brosur maupun di area papan petunjuk area satwa TSU," terang Yulius.

Untuk memeriksa kesehatan satwa, kata Yulius, saat ini satwa tengah periksa di Taman Safari Hospital. Adapun hewan tersebut yakni kuda nil dan rusa yang diberikan minuman keras, serta kuda zebra yang diberi makan uang kertas pecahan Rp5.000.

"Kondisi satwa saat ini belum terlihat pengaruhnya, tetapi memang kami sedang menunggu hasil dari tim kesehatan kami," kata Yulius.

Video viral ulah sejumlah pemuda iseng saat berinteraksi dengan binatang. Dalam video yang diunggah di akun Instagram @makrumpita, tampak pemuda-pemudi tengah memberikan makanan sekumpulan rusa yang menghampiri mobil mereka.

Simak videonya di tautan ini.

Pihak Taman Safari Indonesia (TSI), Cisarua, Kabupaten Bogor, juga akan melakukan upaya hukum terhadap pengunjung yang bertindak amoral terhadap tiga satwanya. (ase)