Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 26 November 2017 | 16:23 WIB
  • Kejutan, Jenderal Budi Gunawan Masuk Bursa Cawapres

  • Oleh
    • Toto Pribadi,
    • Anwar Sadat
Kejutan, Jenderal Budi Gunawan Masuk Bursa Cawapres
Photo :
  • ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Pol. Budi Gunawan bersiap mengikuti upacara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 9 September 2016.

VIVA – Lembaga Survei Nasional Poltracking Indonesia, merilis hasil survei untuk menakar peta persaingan politik dalam Pilpres 2019 mendatang. Dalam hasil survei tersebut untuk kandidat Calon Presiden 2019, masih diduduki oleh dua nama, yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Namun kejutan justru terjadi di bursa Calon Wakil Presiden. Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yudha mengatakan, kompetisi untuk posisi Cawapres akan terjadi persaingan ketat, di mana muncul tiga nama yang memiliki elektabilitas sama kuat

"Nama Gatot Nurmantyo 13,7 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 13,2 persen dan Anies Rasyid Baswedan 13,2 persen. Ketiga nama tersebut kandidat cawapres dengan elektabilitas tertinggi," kata Hanta di Hotel Sari Pan Pacific, Minggu 26 November 2017.

Hanta mengatakan, selain tiga nama tersebut, ada beberapa nama lainnya yang juga muncul sebagai kandidat Cawapres yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Menko PMK, Puan Maharani.

"Elektabilitas Sri Mulyani 3,5 persen, Ahmad Heryawan 2,8 persen, Budi Gunawan 2 persen, Cak Imin (Muhaimim Iskandar) 1,8 persen, Puan Maharani 1,2 persen, dan Zulkifli Hasan 1,1 persen," ujarnya

Dalam hasil tersebut, merupakan hasil yang mengejutkan di mana nama Budi Gunawan masuk bursa Cawapres bahkan elektabilitasnya mampu melewati beberapa tokoh yang sudah lama berkecimpung di dunia politik.

"Meski demikian, Undecided Voters masih tinggi, yaitu 47,5 persen. Artinya potensi meningkatkan elektabilitas masih besar," ujarnya

Survei Poltracking ini dilakukan sejak tanggal 8-15 November 2017. Survei ini menggunakan metode multistage random sampling. Survei ini menggunakan sampel 2.400 responden dengan margin of error +/- 2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.