Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 26 November 2017 | 17:41 WIB
  • Letusan Dahsyat Gunung Agung Bisa Mirip Skenario 1963

  • Oleh
    • Bayu Adi Wicaksono,
    • Bobby Andalan (Bali)
Letusan Dahsyat Gunung Agung Bisa Mirip Skenario 1963
Photo :
  • Bobby Andalan (Bali)
Gunung Agung meletus.

VIVA – Gunung Agung terus menyemburkan abu vulkanik ke udara dengan ketinggian mencapai tiga kilometer dari kawah letusan di puncak gunung.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyatakan, semburan abu berwarna abu-abu kehitaman itu merupakan ciri utama lava yang tersimpan di perut gunung sudah bergerak naik ke kawah letusan.

Aktivitas pergerakan lava ini sudah terpantau sejak pukul 21.00 WIB, Sabtu, 25 November 2017, terutama saat terjadi letusan magmatik pada pukul 23.00 WIB.

PVMBG memperkirakan, saat ini material lava pijar cair terus bergerak memenuhi lantai kawah. Jika kawah sudah penuh maka lava pijar nantinya akan dimuntahkan ke bawah.

Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Pusat PVMBG, I Gede Suantika, apa yang terjadi saat ini di kawah letusan, juga terjadi sebelum terjadinya letusan besar pada bencana meletusnya Gunung Agung tahun 1963.

Gede Suantika mengatakan, jika mengacu pada pengalaman letusan terakhir itu. Maka Gunung Agung saat ini membutuhkan waktu selama 30 hari atau satu bulan untuk melepaskan energi sebesar-besarnya atau meletus secara eksplosif.

Tapi, bisa juga apa yang terjadi tahun 1963 itu berbeda ceritanya dengan apa yang bakal terjadi pada Gunung Agung kali ini.

"Kalau skenario tahun 1963 sebulan begini, baru letusan (besar). Statusnya masih siaga. Kita akan evaluasi, siapa tahu ada letusan besok," kata Gede Suantika.

Suantika mengatakan, berdasarkan pengamatan PVMBG, letusan dahsyat sangat mungkin terjadi di Gunung Agung, sebab tanda-tandanya sudah ada. Seperti mulai keluarnya lava pijar dari perut gunung ke kawah letusan.

"Tapi pasti, mungkin akan eksplosif. Tahun 1963, begitu ke luar lava langsung meletus. Saat ini yang keluar lava, abu dan gas-gas itu sudah pasti ke luar," katanya.

Baca: Kemungkinan Gunung Agung Bakal Meletus Dahsyat