Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 27 November 2017 | 07:53 WIB
  • 7 Pendaratan Pesawat ke Ngurah Rai Dialihkan ke Bandara Ini

  • Oleh
    • Raden Jihad Akbar
7 Pendaratan Pesawat ke Ngurah Rai Dialihkan ke Bandara Ini
Photo :
  • ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana
Ilustrasi Bandara Ngurah Rai Bali.

VIVA – Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai ditutup sementara pagi ini akibat debu vulkanik Gunung Agung yang menyelimuti ruang udara bandara tersebut. 

Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI/AirNav Indonesia) pun akan menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) nomor A4242/17 yang memberikan info kepada seluruh stakeholder penerbangan mengenai kondisi terkini di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Direktur Operasi AirNav Indonesia Darjono menjelaskan, NOTAM tersebut berisi mengenai waktu dan alasan penutupan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Keselamatan menjadi prioritas Airnav saat ini. 

“Ruang udara tersebut tidak dapat digunakan sehingga operasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar ditutup sementara," ujar Darjono dikutip dari keterangan resminya, Senin 27 November 2017. 

Pada NOTAM yang telah diterbitkan, penutupan berlangsung hingga pukul 07.00 WITA Selasa besok. Perkembangan situasi terkini dan update informasi dari pihak-pihak terkait seperti BMKG dan PVMBG akan akan menjadi evaluasi Airnav. 

"Selalu kami perbaharui kepada para stakeholder penerbangan melalui NOTAM terbaru,” ungkapnya.

Beberapa penerbangan Internasional dan Domestik pun terganggu atas penutupan ini. Setidaknya ada tujuh penerbangan yang dijadwalkan akan mendarat pada pagi ini. 
 
“Pesawat yg terbang baik domestik maupun internasional tujuan Denpasar yang tengah mengudara saat ini, akan dialihkan ke Bandara-bandara terdekat seperti Juanda, Makassar, Lombok atau Kupang. ,” paparnya.

Ketujuh penerbangan yang menuju Bali tersebut antara lain adalah Garuda Indonesia GA 5150 Zhengzou-Denpasar dialihkan ke Surabaya, GA 897 Guangzhou-Denpasar dialihkan ke Surabaya, dan GA 859 Shanghai-Denpasar dialihkan ke Jakarta.

Kemudian, China Easter MU 5029 Shanghai-Denpasar dialihkan ke Jakarta, MU 781 Beijing-Denpasar dialihkan ke Singapura, Citilink CTV 856 Jakarta-Denpasar dialihkan ke Surabaya, serta Lion Air JT927 Makassar-Denpasar dialihkan ke Surabaya.

Wisnu menambahkan bahwa stakeholder di lapangan terus berkoordinasi dan bersinergi secara aktif dalam menangani kondisi ini. Sehingga dampak dari abu vulkanik itu bisa diminimalisir secara maksimal.

“Kami juga memohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia khususnya untuk seluruh personel yang tengah bertugas menangani kondisi saat ini dan situasi Gunung Agung dapat segera kondusif,” ungkapnya.