Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 27 November 2017 | 08:30 WIB
  • Kronologi Aktivitas Vulkanik Gunung Agung sampai Status Awas

  • Oleh
    • Raden Jihad Akbar,
    • Bobby Andalan (Bali)
Kronologi Aktivitas Vulkanik Gunung Agung sampai Status Awas
Photo :
  • Bobby Andalan/VIVA.co.id
Sinar Merah di Puncak Gunung Agung.

VIVA – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengubah status Gunung Agung dari Siaga III menjadi Awas pada pagi ini. Aktivitas erupsi gunung tersebut pun semakin tinggi intensitasnya. 

Dikutip VIVA dari laporan pengamatan periodik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang disusun oleh Wahyu Ardi Setiawan menyebutkan, terpantau munculnya sinar merah seperti bias cahaya api di puncak gunung setinggi 3.142 mdpl tersebut. 

Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana menuturkan, pihaknya telah dilakukan penelitian terhadap sinar merah tersebut.

"Dapat teramati bahwa sinar memancar dari dalam kawah ke kolom abu yang ke luar dari kawah Gunung Agung sehingga mengakibatkan efek cahaya merah pada kolom abu tersebut," tutur Devy, Senin 27 November 2017. 

Dalam laporan pengamatan mulai pukul 18.00 WITA hingga pukul 24.00 WITA kemarin, dilaporkan cuaca cukup cerah di sekitar Gunung Agung. Angin bertiup sedang ke arah tenggara dan barat, sementara Suhu udara 25-26 °C dan kelembaban udara 75-85 persen. 

Secara visual Gunung Agung terlihat jelas hingga kabut 0-II. Asap kawah bertekanan kuat teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi 2.500-3.000 meter di atas puncak kawah. Teramati letusan dengan tinggi 3.000 meter dan warna asap kelabu. Terlihat sinar api.

Sementara untuk kegempaan letusan sebanyak 1 kali dengan amplitudo 24 milimeter durasi 26 detik. Gempa tremor non-harmonik jumlah 1 kali amplitudo 1 mm durasi 6 detik. Gempa frekuensi rendah terasa 1 kali dengan amplitudo 10 mm durasi 27 detik. Sementara itu, gempa vulkanik dangkal dua kali dengan amplitudo 3-4 mm durasi 5-10 detik.

Kemudian pada Senin dini hari, sinar api sinar api dari kawah Gunung Agung masih terlihat. Amplitudo tremor teramati melemah namun masih terjadi hingga pukul 04.00 WITA. 

Selanjutnya pada pukul 04.30 WITA, tremor terekam 1 kali gempa letusan dengan amplitudo 21 mm, durasi 40 detik. Tremor pun terekam membesar dengan amplitudo 1 - 4 mm, dan akhirnya, status ditingkatkan menjadi Awas pada pukul 06.00 WITA.