Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 27 November 2017 | 12:05 WIB
  • Pilkada Jateng Tenang, Tak Ada Calon Independen

  • Oleh
    • Mohammad Arief Hidayat,
    • Dwi Royanto (Semarang)
Pilkada Jateng Tenang, Tak Ada Calon Independen
Photo :
  • VIVA.co.id / Anwar Sadat
Jalur khusus pasangan calon gubernur untuk daftar di KPUD

VIVA – Komisi Pemilihan Umum Jawa Tengah memastikan Pemilihan Gubernur pada 2018 tak diikuti calon perseorangan. Soalnya tidak ada kontestan yang mendaftar hingga masa pendaftaran ditutup pada 26 November 2017.

"Telah ditutupnya tahapan penyerahan syarat dukungan calon perseorangan dan tidak ada yang mendaftar, maka dipastikan Pilgub Jateng 2018 tidak ada pasangan calon perseorangan," kata Ketua KPU Jawa Tengah, Joko Purnomo, di Semarang pada Senin, 27 November 2017.

Pendaftaran calon perseorangan dibuka pada 22-26 November 2017, tetapi tak seorang pun mendaftar hingga akhir masa pendaftaran pada pukul 24.00 WIB, Minggu tengah malam.

Sebenarnya, menurut Joko, sekira tiga bulan lalu ada lima kelompok yang berkonsultasi kepada KPU tentang pencalonan perseorangan. Namun, pada lima hari terakhir saat dibuka pendaftaran, hanya dua tim sukses yang hadir untuk berkonsultasi.

Sebenarnya ada satu pasangan calon perseorangan, yakni Mundhi, yang telah mengisi data di Sistem Informasi Pencalonan atau Silon. Namun, dia tak memenuhi syarat memperoleh dukungan minimal 1,7 juta orang dari 18 kabupaten/kota. Hanya sekira 40 ribu data dukungan yang di-input di Silon.

Dengan tidak adanya calon yang mendaftar atau memenuhi syarat dukungan itu, dipastikan Pemilhan Gubernur Jawa Tengah tahun 2018 tak diikuti kontestan perseorangan.

"Intinya KPU Jateng telah membuka ruang seluas-luasnya kepada masyarakat yang bermaksud mencalonkan diri dalam Pilgub Jateng 2018 dari jalur perseorangan. Bahkan sejak tiga bulan yang lalu kami memberikan pelayanan konsultasi," kata Joko.

Tenang

Dinamika politik Jawa Tengah menjelang pemilihan gubernur itu relatif tenang dibanding provinsi lain di Jawa, misal di Jawa Timur dan Jawa Barat.

Memang sudah ada beberapa nama yang disebut-sebut akan berkontestasi di provinsi dengan populasi lebih 35 juta penduduk itu, di antaranya petahana Ganjar Pranowo dan dua mantan menteri, Marwan Jafar dan Sudirman Said. Namun, belum satu pun di antara mereka yang resmi dan terbuka mengumumkan pencalonannya.

Partai politik yang akan mencalonkan mereka pun belum menyatakan sikap politiknya, meski isyaratnya mulai tampak, misal Ganjar Pranowo akan dicalonkan PDIP, Marwan Jafar akan diusung PKB, dan Sudirman Said disebut-sebut bakal didorong PAN.

Dinamika berbeda di Jawa Timur dan Jawa Barat. Di Jawa Timur sudah ada dua pasang calon yang muncul, yakni Saifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas (diusung PDIP dan PKB) dan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak (diusung Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Nasdem, PPP, dan Partai Hanura).

Di Jawa Barat, baru Ridwan Kamil (diusung Partai Golkar, Partai Nasdem, PKB, dan PPP) yang telah mengumumkan pencalonannya, meski belum ada figur calon wakil gubernurnya. Figur lain yang disebut-sebut akan mencalonkan ialah Deddy Mizwar, sekarang menjabat wakil gubernur Jawa Barat. (art)