Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 27 November 2017 | 12:24 WIB
  • Garuda dan Wings di Semarang Batal Terbang Efek Gunung Agung

  • Oleh
    • Mohammad Arief Hidayat,
    • Dwi Royanto (Semarang)
Garuda dan Wings di Semarang Batal Terbang Efek Gunung Agung
Photo :
  • ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana
Pemerintah naikan status gunung agung

VIVA – Dua maskapai penerbangan dengan tujuan Bali, yakni Wings Air dan Garuda Indonesia, batal terbang dari Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah. Hal itu akibat penutupan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali karena dampak erupsi Gunung Agung.

Wings Air telah mengonfirmasi pembatalannya pada Senin, 27 November 2017. Pesawat itu mestinya terbang dari Semarang pukul 07.00 WIB dan tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai pukul 09.30 WIB. Pesawat lain Wings Air dari Ngurai Rai tujuan Ahmad Yani yang dijadwalkan tiba di Semarang pukul 19.30 WIB dibatalkan juga.

Menurut Kepala Pelayanan Umum Bandara Ahmad Yani, M Dimyati, penerbangan maskapai itu juga sempat mengalami penundaan kemarin. Namun, karena Bandara Bali kemudian ditutup maka penerbangan juga dibatalkan.

Maskapai Garuda Indonesia juga membatalkan penerbangan untuk pesawat GA 446 dari Bali ke Semarang. Pesawat itu seharusnya tiba pukul 13.30 WIB. Selain itu, penerbangan pesawat GA 447 dengan keberangkatan ke Bali pada pukul 14.15 WIB ikut dibatalkan.

"Menurut notam (a notice to airmen) Bandara Ngurah Rai, (penutupan) sampai besok pagi. Tapi  fenomena alam kami belum tahu. Kami akan lihat situasi," kata Dimyati.

Penundaan jadwal dua maskapai itu, menurut Dimyati, belum memengaruhi arus penumpang di Bandara Ahmad Yani. Bandara itu masih kondusif meski Gunung Agung berstatus awas.

"Kami tidak terdampak secara langsung terhadap letusan Gunung Agung. Makanya, situasi di Bandara Ahmad Yani masih normal. Tidak ada penumpukan penumpang yang signifikan," katanya.

Bandara Ahmad Yani siap menerima pengalihan penerbangan jika memang dibutuhkan dan semua perangkat serta petugas sudah siaga. Namun, hingga kini pengalihan sama sekali belum terjadi.