Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 27 November 2017 | 13:32 WIB
  • Syarat Berat, Pilkada Jabar Tak Diikuti Calon Independen

  • Oleh
    • Mohammad Arief Hidayat,
    • Dede Idrus (Bandung)
Syarat Berat, Pilkada Jabar Tak Diikuti Calon Independen
Photo :
  • VIVA.co.id/Anhar Rizki Affandi
Ilustrasi suasana saat Pilkada Serentak.

VIVA – Pemilihan Gubernur Jawa Barat tahun 2018 dipastikan tak diikuti satu pun calon perseorangan alias calon independen. Soalnya tak ada satu pun pasangan calon nonpartai politik yang mendaftar sampai masa pendaftaran ditutup pada Minggu tengah malam, 26 November 2017.

Komisi Pemilihan Umum setempat telah membuka masa pendaftaran pada 22-26 November. Tetapi tak seorang pun mendaftar hingga akhir masa pendaftaran pada pukul 24.00 WIB, Minggu tengah malam.

Sebenarnya ada lima pasang kandidat yang berkonsultasi dengan KPU untuk pencalonan melalui jalur perseorangan. Hanya empat pasang yang datang, yaitu Eggi Sudjana-Ardi Subarkah, Daday Hudaya-Valentino, Jajang Suherman-Muhammad Teguh, dan Failal-Nurwendah.

Masalahnya, tak satu pun di antara mereka yang menyertakan berkas-berkas dukungan sebagai syarat pencalonan, yaitu fotokopi KTP pendukung. Khusus calon independen Pilkada Jawa Barat harus mengumpulkan sedikitnya 6,5 persen dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) atau lebih 2,1 juta pemilih.

"Dari lima pasangan yang intensif berkomunikasi (dengan KPU) ternyata hanya empat yang datang, tapi mereka tidak membawa syarat dukungan," kata Komisoner KPU Jawa Barat, Endun Abdul Haq, di Bandung pada Senin, 27 November 2017.

Syarat berat

Persyaratan pencalonan melalui jalur perseorangan itu, terutama dalam Pilkada Jawa Barat, dianggap berat. Soalnya populasi penduduk provinsi itu terbesar se-Indonesia, mencapai lebih 43 juta jiwa, sementara pemilihnya mencapai 32 juta orang.

Bahkan, satu pasang calon, Eggi Sudjana-Ardi Subarkah, menyatakan mengundurkan diri sebelum mendaftar. Seperti dikutip dari laman resmi KPU Jawa Barat, Jabar.kpu.go.id, Eggi tak sanggup memenuhi persyaratan mengumpulkan sedikitnya 2,1 juta dukungan. Dia mengklaim baru berhasil mengumpulkan dukungan sekira 1,5 juta fotokopi KTP.

"Karena kami tidak mungkin mengumpulkan suara (fotokopi KTP) hingga satu juta lagi dalam beberapa jam mendatang, maka saya menyatakan mundur dari pencalonan,” kata Eggi pada Minggu siang, 26 November 2017. (ase)