Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 27 November 2017 | 15:06 WIB
  • Enam Kereta di Banyuwangi Siap Evakuasi Turis dari Bali

  • Oleh
    • Dedy Priatmojo,
    • Syaefullah
Enam Kereta di Banyuwangi Siap Evakuasi Turis dari Bali
Photo :
  • VIVA.co.id/M. Ali. Wafa
PT Kereta Api Indonesia juga telah menyiapkan enam rangkaian kereta di Banyuwangi dengan beberapa tujuan untuk turis dari Bali.

VIVA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyiapkan sejumlah alternatif bagi para penumpang maskapai penerbangan pasca ditutupnya Bandara Ngurah Rai, Bali, akibat erupsi Gunung Agung. Bagi penumpang maskapai disiapkan beberapa transportasi untuk meninggalkan Bali.

Menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Sugihardjo, untuk jalur darat disiapkan 100 bus di Bandara Ngurah Rai Bali. "40 bus dari Damri dan 60 dari Organda," ujar Sugihardjo di kantornya, Senin 27 November 2017.

Menurut dia, ratusan bus itu telah disiapkan dan akan membawa para penumpang ke Terminal Mengwi. Dari situ akan diantarkan ke beberapa daerah yang bertetanggaan dengan Bali, yaitu Banyuwangi dan Surabaya.

Selain bus, dari PT Kereta Api Indonesia juga telah menyiapkan enam rangkaian kereta di Banyuwangi dengan tujuan ke Yogyakarta, Jember, Malang, dan Surabaya. Ditambah satu rangkaian Mutiara Timur ke Surabaya dengan kapasitas 650 orang.  

"Masing-masing kereta dengan kapasitas 600 orang," katanya.

PT KAI lanjut dia, telah menyiapkan kereta yang dapat menerobos banjir, karena di daerah Porong Sidoarjo terjadi genangan air akibat curah hujan yang cukup deras. "Kalau genangan tinggi terpaksa diputar melalui Blitar jalur selatan menuju Surabaya. Tiap genangan bisa dilalui dengan lokomotif cc 300," katanya.

Sugihardjo menambahkan di Banyuwangi telah disiapkan juga kereta medis, sehingga masyarakat dapat memeriksa kesehatan di tempat tersebut.

Erupsi Gunung Agung terus meningkat, dari fase freatik ke magmatik, khususnya sejak teramati sinar api di puncak pada malam hari, 25 November lalu. Hingga saat ini erupsi fase magmatik disertai kepulan abu tebal menerus mencapai ketinggian 2.000-3.400 meter dari puncak.
 
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengubah status Gunung Agung dari Siaga III menjadi Awas atau level IV pada Senin pagi tadi. Kenaikan status yang mulai berlaku pukul 06.00 WITA hari ini membuat warga di kaki gunung langsung bersiap mengungsi. (ren)