Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 27 November 2017 | 15:48 WIB
  • Gunung Agung Awas, BNPB Petakan Tiga Kawasan Rawan Bencana

  • Oleh
    • Hardani Triyoga,
    • Bayu Nugraha
Gunung Agung Awas, BNPB Petakan Tiga Kawasan Rawan Bencana
Photo :
  • ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana
Pemerintah naikan status gunung agung

VIVA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membagi tiga lokasi Kawasan Rawan Bencana (KRB) terkait meningkatnya status Gunung Agung di Karangasem, Bali, dari siaga menjadi awas. Pembagian tiga kawasan ini mencakup beberapa faktor alasan.

Kepala Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan pemetaan ini menyesuaikan faktor seperti awan panas, aliran lava, letusan, hujan abu, dan lainnya.

"Untuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) III itu zona merah karena bahaya dari landaan awan panas, aliran lava, guguran batu, lontaran batu pijar dan hujan abu lebat," kata Sutopo di gedung Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Senin 27 November 2017.

Kawasan rawan bencana III ini diisi oleh beberapa desa yakni Desa Pidpid, Nawakerti, Datah, Bebandem, Jungutan, Buana Giri, Tulamben, Dukuh, Baturinggit, Ban, Sukadana, Menanga, Besakih, Pempatan, Duda Utara, Amertha Buana, dan Desa Sebudi.

Sementara, untuk KRB II ini terdampak bahaya dari awan panas, aliran lava, lahar, lontaran material, dan batu pijar. Adapun desa yang masuk kawasan ini adalah Desa Sebudi, Jungutan, Duda Timur, Sibetan, Macang, Budakeling, Bebandem, Ban, Tianyar, Sukadana, Baturinggit, Kubu, Dukuh, Tulamben, Peringsari, Muncan, Selat, Ababi, dan Desa Menanga.

Sutopo melanjutkan, untuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) I adalah kawasan yang bahaya dari landaan lahar dan kemungkinan perluasan awan panas.

"Kawasan ini mencakup daerah-daerah sekitar sungai-sungai yang berhulu dari Gunung Agung," ujarnya. (one)