Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 27 November 2017 | 16:03 WIB
  • Abu Sudah Menyebar, Gunung Agung Masih Letusan Awal

  • Oleh
    • Bayu Adi Wicaksono,
    • Bobby Andalan (Bali)
Abu Sudah Menyebar, Gunung Agung Masih Letusan Awal
Photo :
  • REUTERS/Johannes P. Christo
Letusan Gunung Agung

VIVA – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyatakan aktivitas letusan yang terjadi di Gunung Agung beberapa hari ini belum masuk tahap letusan utama meski sudah berstatus awas.

Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG, I Gede Suantika menjelaskan, saat ini Gunung Agung baru mengalami letusan kecil saja. Pada tahap letusan kecil ini, material yang mesti diwaspadai adanya abu dan lahar hujan atau biasa disebut lahar dingin.

"Dampaknya itu lahar hujan yang ternyata sudah ke luar. Kemudian abu. Abu yang jatuh di rumah-rumah warga itu, kalau tebal dan terkena air hujan bisa roboh rumah itu. Bebannya berat. Abu juga merusak pertanian. Lahar juga merusak," kata Gede Suantika di Pos Pengamatan Gunung Api Agung di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, Senin, 27 November 2017.

Gede Suantika mengatakan, jika abu sudah disemburkan dari perut gunung dari kawah. Maka fase dari aktivitas Gunung Agung selanjutnya ialah akan mengalami letusan utama atau dengan kata lain gunung akan meletus hebat alias eksplosif.

"Setelah abu, berikutnya adalah letusan utama yang menghasilkan awan panas. Itu jangkauannya luas. Kalau itu ke luar, orang tidak bisa ngapa-ngapain," katanya.

Setelah awan panas ke luar, ancaman selanjutnya adalah lava dan lontaran kerikil.  "Ancaman berikutnya lava. Aliran lava itu cukup pelan. Nah, batuan cair semakin ke lereng, semakin pelan, mendingin lalu kaku. Selanjutnya juga waspadai lontaran material kerikil. Setelah itu tinggal menunggu letusan mengecil terus mengecil, lalu beres. Selanjutnya itu kerjaan hujan, lahar dingin warga menyebutnya," ujarnya.

Berdasarkan pengalaman tahun 1963, apa yang terjadi saat ini adalah pendahuluan saja yang bisa berlangsung selama satu bulan.

Menurut dia, hal itu terjadi lantaran proses atau mekanisme gunung api itu sendiri. "Di bawah memang begitu sistemnya, unik begitu ya. Sebulan dia letusan kecil-kecil, sebulan berikutnya baru letusan utama ke luar. Itu karakternya gunung ini," demikian Suantika.

Gunung Agung hingga hari ini terus mengalami letusan. Asap berwarna abu-abu kehitaman membumbung setinggi 3.000 meter. Status gunung setinggi 3.142 mdpl itu telah dinaikkan dari siaga (level III) menjadi awas (level IV) sejak pagi tadi pukul 06.00 WITA.

Baca: Gunung Agung Berstatus Awas, Volume Magma Meningkat Drastis