Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 27 November 2017 | 18:09 WIB
  • Erupsi Gunung Agung, Izin Penerbangan Dipermudah

  • Oleh
    • Dedy Priatmojo,
    • Syaefullah
Erupsi Gunung Agung, Izin Penerbangan Dipermudah
Photo :
  • ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana
Suasana di Bandara Ngurah Rai Bali.

VIVA – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara di Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan surat edaran terkait penyederhanaan perizinan penerbangan pasca erupsi Gunung Agung di Karangasem, Bali. Untuk diketahui, erupsi Gunung Agung ini berdampak langsung terhadap aktivitas penerbangan dari dan menuju ke Bali dan Lombok.

Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2017 ini berisi penyederhanaan perizinan untuk pengalihan penerbangan (divert), penjadwalan ulang (reschedule) atau mengganti pesawat (change aircraft). Biasanya, untuk izin penerbangan ini mesti terpusat di Jakarta. Namun, melalui surat edaran ini, izin-izin tersebut bisa dilakukan di daerah.

"Dipersilahkan untuk minta izin langsung ke bandara origin dan destinasi," kata Direktur Angkutan Udara dari Ditjen Perhubungan Udara, Maria Kristi Endah, di kantornya, Senin 27 November 2017.

Kristi menegaskan penyederhanaan izin-izin tersebut hanya berlaku di bandara-bandara yang memang terdampak langsung erupsi Gunung Agung. "Kalau penerbangan yang tidak terdampak prosedurnya seperti biasa," tegasnya.

Tergantung Situasi

Sedangkan sampai kapan surat edaran ini berlaku, Kristi mengaku belum dapat memastikan. Sebab, untuk menormalkan jadwal penerbangan seperti sedia kala sangat tergantung dengan situasi yang ada.

"Itu nanti tergantung sampai kapan dinyatakan bahwa keadaan ini (erupsi Gunung Agung) berhenti," ujar Kristi.

Erupsi Gunung Agung membuat aktivitas di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dan Bandara Internasional Lombok ditutup sementara. Penutupan dilakukan karena abu vulkanik erupsi Gunung Agung telah menyelimuti bandara tersebut. Kedua bandara ditutup sejak pukul 7 pagi waktu setempat.

Menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Sugihardjo, perkembangan buka tutup bandara sampai sore tadi masih sangat dinamis dan tergantung tingkat debu vulkanik dan arah angin. (ren)