Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 27 November 2017 | 21:25 WIB
  • Mengaku Diteror, Sam Aliano Hentikan Sayembara Rp1 Miliar

  • Oleh
    • Anisa Widiarini,
    • Bayu Nugraha
Mengaku Diteror, Sam Aliano Hentikan Sayembara Rp1 Miliar
Photo :
  • Viva.co.id/Bayu Januar
Ketua Umum Pengusaha Muda Indonesia, Sam Aliano

VIVA – Ketua Umum Pengusaha Muda Indonesia, Sam Aliano tidak melanjutkan sayembara Rp1 miliar, bagi masyarakat yang berhasil menemukan perusak karangan bunga yang ia kirim kepada Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) saat dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Sam memutuskan tidak melanjutkan sayembara setelah diancam oleh orang yang tidak dikenal. Menerima ancaman tersebut, Sam bersama kuasa hukumnya melaporkan kepada Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

"Dengan ada ancaman saya ini resmi menutup hadiah sayembara pencarian pria misterius, dan saya menyerahkan perusakan karangan bunga ini kepada pihak yang berwajib," ujar Sam di Gedung Bareskrim Polri, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Senin 27 November 2017.

Sam mengaku melaporkan pihak-pihak yang diduga merusak karangan bunga dan mengancam dirinya. Dia mengatakan, ancaman dan teror diterimanya melalui sambungan telepon.

Meski sayembara tersebut dihentikan, Sam tetap akan memberikan uang Rp1 miliar. Uang itu akan dialihkan kepada anak yatim dan panti asuhan yang dianggapnya lebih bermanfaat.

"Saya akan berikan kepada anak yatim  dan panti asuhan. Karena lebih bermanfaat kepada yang membutuhkan. Daripada ke orang-orang yang tidak jelas. Hanya meneror saya segala macam. Lebih baik saya setop aja. Tutup hadiah sayembara ini," katanya.

Untuk diketahui, Sam Aliano pernah mengirimkan karangan bunga ketika Novanto masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat. Namun karangan bunga bertuliskan SaveTiangListrik dan #SaveMrBakpao itu dirusak oleh orang tak dikenal. 

Kemudian, Sam pun mengadakan sayembara dengan hadiah uang Rp1 miliar kepada orang yang memberikan informasi dan mengetahui pelaku perusakan karangan bunga miliknya.