Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 28 November 2017 | 00:14 WIB
  • Ada Foto Mendes Ketemu Auditor BPK di Sidang Suap WTP

  • Oleh
    • Rendra Saputra,
    • Edwin Firdaus
Ada Foto Mendes Ketemu Auditor BPK di Sidang Suap WTP
Photo :
  • VIVA.co.id/Edwin Firdaus
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi.

VIVA – Auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Choirul Anam membantah pernah mendiskusikan soal opini wajar tanpa pengecualian (WTP) saat berfoto dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo.

Bantahan tersebut disampaikan Anam saat bersaksi untuk terdakwa suap Auditor BPK Ali Sadli di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin, 27 november 2017. "Waktu Pak Menteri nunjukin foto yang suka sepeda gunung. Dia bilang ini orang Madura juga, suka sepeda gunung," kata  Anam kepada jaksa KPK.

Dalam persidangan, jaksa KPK menunjukkan barang bukti berupa pesan singkat melalui WhatsApp. Salah satu yang dikirimkan dalam percakapan WhatsApp itu adalah foto antara Anam dan Mendes Eko Putro Sandjojo.

Meski begitu, jaksa KPK M Takdir Suhan mengonfirmasi ulang keterangan Anam terkait foto itu. Sebab menurut Takdir, dalam persidangan sebelumnya, Mendes Eko telah dikonfirmasi dan mengakui bahwa dalam pertemuan itu dibicarakan mengenai opini WTP yang akan diperoleh Kemendes. "Saksi ini jangan ngeyel. Ini sudah pernah dikonfirmasi, bahwa ini sedang menunjukkan opini WTP," kata Takdir.

Dalam kasus ini, Ali Sadli selaku Kepala Sub Auditorat III Auditorat Keuangan Negara BPK, didakwa menerima suap Rp 240 juta dari Irjen Kemendes, Sugito dan Kepala Bagian Tata Usaha dan Keuangan Inspektorat Kemendes, Jarot Budi Prabowo.

Menurut jaksa KPK, uang tersebut diberikan dengan maksud agar Auditor Utama Keuangan Negara III BPK Rochmadi Saptogiri, menentukan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Kemendes tahun anggaran 2016.

Adapun, dua pejabat Kemendes, yakni Sugito dan Jarot Budi Prabowo telah? divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta.