Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 28 November 2017 | 09:01 WIB
  • Banjir Porong Belum Surut, Rute Kereta Api Dialihkan

  • Oleh
    • Ezra Natalyn,
    • Ahsani (Madiun)
Banjir Porong Belum Surut, Rute Kereta Api Dialihkan
Photo :
  • VIVAnews/Ikhwan Yanuar
PT KAI pasang Bola Beton

VIVA – Banjir yang menggenangi ruas Tanggulangin-Porong Sidoarjo, Jawa Timur belum surut, namun semakin meninggi. Akibatnya, PT KAI menyiapkan skenario perubahan rute perjalanan kereta api.

Jika ketinggian air di ruas Tanggulangin-Porong Sidoarjo, Senin 27 November 2017, mencapai 29 sentimeter, pagi ini Selasa, 28 November 2017, mencapai 80 sentimeter di atas kop rel. 

Kondisi ini akan bisa mempersulit perjalanan kereta api meski Senin kemarin kereta menerjang banjir dengan menggunakan lokomotif antibanjir hidrolik CC300.

"Banjir mencapai 80 sentimeter semakin riskan jika menggunakan lokomotif tersebut. Akhirnya dihentikan," kata Supriyanto, Manajer Humas Dapo 7 Madiun, Jawa Timur.

Untuk tetap melayani penumpang kereta api, PT KAI membuat skenario perubahan rute perjalanan kereta api dengan prinsip dasar menghindari daerah yang tergenang banjir. 

Kereta api yang melewati Daop 7 Madiun dialihkan melalui jalur Kertosono-Blitar-Malang Jember/Banyuwangi. Kereta api yang melewati rute ini adalah KA Ranggajati, KA Logawa, KA Sritanjung.

Untuk kereta api tujuan Jombang-Mojokerto-Surabaya Gubeng dan sebaliknya akan diangkut dengan rangkaian kereta tambahan khusus Kertosono-Surabaya Gubeng. "Akan dipantau perkembangan selanjutnya, agar bisa disampaikan situasi kepada masyarakat," kata Supriyanto.

Sejak banjir menggenangi ruas Tanggullangin-Porong, PT KAI berusaha melakukan upaya normalisasi jalur selama 1x24 jam sejak banjir dengan meninggikan rel menggunakan mesin perawatan jalan rel jenis multiple-tie tamper (MTT) dan penambahan batu balas. Usaha lain yang dilakukan juga dengan cara mengurangi genangan air pada titik rel yang terendam. 

Sayangnya, usaha tersebut tidak membuahkan hasil maksimal. PT KAI akhirnya melakukan uji coba lokomotif hidrolik antibanjir CC300. Namun karena penggunaan lokomotif ini dirasakan sangat riskan dengan banjir yang semakin meninggi, akhirnya dihentikan hingga dibuat skenario perubahan rute kereta api. (ase)