Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 28 November 2017 | 10:54 WIB
  • 'Berikan Waktu Gunung Agung Tunjukkan Jati Dirinya'

  • Oleh
    • Dedy Priatmojo,
    • Bobby Andalan (Bali)
'Berikan Waktu Gunung Agung Tunjukkan Jati Dirinya'
Photo :
  • ANTARA Foto/Nyoman Budhiana
Gunung Agung Meletus

VIVA – Sudah sejak beberapa hari lalu Gunung Agung meletus. Hingga kini letusan masih berlangsung. Asap pekat kelabu membumbung setinggi tiga kilometer. Abu vulkanik dimuntahkan gunung setinggi 3.142 meter di atas permukaan laut tersebut.

Ya, aktivitas Gunung Agung kini tengah meninggi. Di dalam perutnya tengah bergejolak. Magma hendak mendesak ke luar. Bahkan, Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Devy Kamil Syahbana menyebut magma sudah berada di permukaan gunung yang terletak di Kabupaten Karangasem,Bali itu.

"Ada anomali terdeteksi satelit NASA Modis, 70 megawatt (sumber: mirovaweb.it). Ini menandakan bahwa magma dengan volume signifikan sudah berada di permukaan," ujar Devy, Selasa 28 November 2017.

Devy mengimbau warga mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh institusinya. Ia meminta semua pihak memberi ruang bagi gunung tertinggi di Bali itu menunjukkan keagungannya. "Berikan ruang bagi Gunung Agung untuk beraktivitas," kata Devy. "Mungkin gunungnya ingin menyendiri," imbuhnya.

Menurutnya, langkah bijak yang harus dilakukan bagi warga sekitar adalah mengikuti 'kehendak' Gunung Agung, yakni dengan menjauh ke lokasi aman. "Nanti kalau sudah selesai, dia akan kembali normal kok," ujarnya.

Selama ini, kata dia, Gunung Agung telah memberikan banyak manfaat untuk warga Bali. Air mineral melimpah ruah, jutaan ton pasir didapat warga. Belum lagi keberkahan terhadap kesuburan lahan pertanian di sekitar kaki Gunung Agung. Termasuk, keindahan alam Gunung Agung yang selama ini menjadi daya tarik pariwisata.

"Sudah berapa banyak keberkahan yang didapat? Sudah berapa miliar yang kita dapat dari Gunung Agung dari tahun 1963? Aktivitas Gunung Agung ini hanya sebentar saja kok. Tidak setimpal dengan apa yang pernah dia berikan ke kita," tuturnya.

Jika sudah dirasa cukup, Gunung Agung akan kembali ke kondisi semula, normal. Saat itu, warga akan kembali mendapat keberkahan yang begitu melimpah hasil aktivitas Gunung Agung. Sembari menunggu Gunung Agung 'beraktivitas', warga sekitar diharapkan mengungsi ke tempat yang aman, dan mengikuti imbauan dari instansi terkait.

"Biarkan dulu gunungnya sendiri. Memang dia ingin menyendiri, mungkin. Setelah selesai, silakan warga kembali ke rumahnya. Kita berikan waktu untuk Gunung Agung menunjukkan jati dirinya," terang Devy.