Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 28 November 2017 | 18:17 WIB
  • Longsor di Yogya, Tiga Warga Terkubur, Satu Bayi Tiga Bulan

  • Oleh
    • Rendra Saputra,
    • Daru Waskita (Yogyakarta)
Longsor di Yogya, Tiga Warga Terkubur, Satu Bayi Tiga Bulan
Photo :
  • ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Ilustrasi/Penanganan bencana longsor

VIVA – Bencana tanah longsor menimpa rumah di Kampung Jlagran RT01/RW 01 Pringgokusuman Gedongtengen, Kota Yogyakarta. Rumah tersebut milik Barjono. Petugas gabungan hingga saat ini masih berusaha mengevakuasi tiga warga yang terjebak di dalam rumah.

Hibur Pintono, Ketua RW 1 Jlagran mengatakan, kejadian nahas yang menimpa keluarga Barjo itu terjadi sekira pukul 11.30 WIB. "Tiba-tiba tanah dan pohon yang berada di sebelah atas rumah Pak Barjo longsor. Saat itu ada tiga orang yang terjebak dalam rumah," katanya, Selasa 28 November 2017.

Tiga orang yang berada saat bencana longsor terjadi adalah Barjono, Ambar, dan cucunya bernama Aurora berumur tiga bulan. "Ada tetangga yang memanggil, namun sama sekali tidak ada respons dari dalam rumah yang tertimbun longsor," ucapnya.

Pintono mengaku setelah kejadian longsor petugas Tim SAR langsung menuju ke lokasi. "Ini masih evakuasi belum selesai. Masih belum jelas kondisi korban," ujarnya.

Cuaca Ekstrem

Manajer Pusdalop BPBD DIY Danang Samsu Rizal mengatakan, akibat cuaca ekstrem yang tengah melanda Pulau Jawa, mengakibatkan terjadiannya beberapa peristiwa sejak tanggal 27 November 2017 hingga hari ini. Tercatat sudah 23 titik kejadian pohon tumbang, tujuh titik kejadian longsor di wilayah DIY. Sementara banjir terjadi di dua titik di Kabupaten Gunung Kidul.

"Banjir Gunung Kidul mengenai fasilitas pendidikan (SMK Pelayaran dan SMP 3 Saptosari) Tergenang. Proses belajar mengajar terganggu," ujarnya.

Tidak hanya itu, banjir juga terpantau di Jalan Wates KM 10-11 Yogyakarta dan membuat kemacetan di jalur ini. Banjir membuat kendaraan melaju dengan pelan saat melintas.

"Kalau hujan pagi sampai sore begini ya hujan. Kami sarankan kepada pengendara motor untuk mencopot sandal karena arusnya kencang. Sandalnya bisa hanyut karena arusnya deras," kata Basuki, warga Argorejo Sedayu yang berjaga di jalur ini.