Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 28 November 2017 | 19:39 WIB
  • Pengungsi Gunung Agung Butuh 25 Ton Beras per Hari

  • Oleh
    • Anisa Widiarini,
    • Bayu Nugraha
Pengungsi Gunung Agung Butuh 25 Ton Beras per Hari
Photo :
  • ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana
Pengungsi Gunung Agung

VIVA – Gubernur Bali, Made Mangku Pastika melakukan video conference dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Pariwisata, Arief Yahya.

Dalam video conference yang dilakukan di Kementerian Perhubungan tersebut, turut dihadiri oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, pejabat BMKG, Basarnas, BNPB, dan kepala staf Kodam Udayana.

Dalam paparannya, Made menjelaskan kepada Luhut terkait bantuan logistik pengungsi erupsi Gunung Agung yang sudah mulai disalurkan.

"Beras, makanan instan, dan telur untuk mereka masak sudah disalurkan. Mereka masak sendiri, sudah dibagikan kompor dan gas. Dapur darurat juga sudah disiapkan Kodam," kata Made dalam video conference tersebut, Selasa 28 November 2017.

Dari data yang ia dapat, saat ini ada 40 ribu warga yang mengungsi. Namun, Made menuturkan, potensial warga yang mengungsi sebanyak 70 ribu orang.

"Kami tunggu, kepala desa, bupati, camat, dan lainnya sudah berada di titik pengungsian. Pengungsi bertambah terus. Mereka sudah tahu ke mana mereka harus pergi," ujarnya.

Dalam video conference tersebut, ia meminta pemerintah menyiapkan bantuan logistik jika nanti pengungsi sudah mencapai 70 ribu orang. Dalam permintaannya, ia menyebut bantuan beras dan uang lauk.

"Kami minta dukungan 25 ton beras per hari. Uang lauk Rp10 ribu per kepala. Jadi kalau 70 ribu pengungsi Rp700 juta per hari," ucapnya.

Selain itu, ia meminta pemerintah menyiapkan tambahan terpal, matras, selimut, peralatan masak, dan fasilitas MCK (Mandi Cuci Kakus).

"Kami juga minta water treatment karena air yang ada tidak bisa diminum. Air sungai dan air hujan sudah terkena debu. Kami minta tangki air untuk menyimpan," ujarnya.

Tak hanya bantuan logistik dalam hal pangan dan air, ia juga meminta pemerintah menyiapkan bahan bakar minyak (BBM) sebanyak 1 ton per hari. Hal ini untuk mengatur jalur logistik agar tak terhambat.

"Satu ton per hari BBM itu di samping kebutuhan TNI-Polri. Ini untuk mengatur jalur logistik," katanya.

Menanggapi permintaan gubernur tersebut, Kepala BNPB, Willem Rampangilei mengatakan, pihaknya sudah siap mengirimkan bantuan logistik untuk para pengungsi.

"Untuk masalah beras sudah berkoordinasi dengan Bulog dan tak masalah," katanya.

Bahkan, ia pun menyebut sudah ada dana siap pakai untuk keperluan para pengungsi. Dana sudah disiapkan untuk membantu para pengungsi Gunung Agung.

"Dana siap pakai dan disalurkan sebesar Rp2 miliar sejak status siaga. Anggota sudah satu bulan standby di sana," ujarnya.

Namun, ia mengakui, untuk membuat WC umum bagi para pengungsi butuh waktu dan tidak bisa cepat.

"Untuk terpal, selimut dan kebutuhan lain sudah siap dan bisa langsung dikirim. Namun, untuk keperluan MCK perlu waktu untuk membangunnya," ucapnya.