Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 28 November 2017 | 19:58 WIB
  • Gubernur Bali Bantah Gunung Agung Semburkan Hujan Batu

  • Oleh
    • Anisa Widiarini,
    • Bayu Nugraha
Gubernur Bali Bantah Gunung Agung Semburkan Hujan Batu
Photo :
  • Viva.co.id/Bayu Januar
Gubernur Bali Made Mangku Pastika

VIVA – Gubernur Bali Made Mangku Pastika menegaskan bahwa isu soal adanya hujan batu dalam erupsi Gunung Agung tidak benar. Menurutnya, hingga saat ini, Gunung Agung masih mengeluarkan abu vulkanik setinggi 4 ribu meter.

"Tidak ada hujan batu, itu semua hoaks. Oleh karena itu sampai saat ini kondisi gunung masih mengeluarkan abu vulkanik setinggi 4 ribu meter," kata Made dalam teleconference bersama Menko Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan di Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa 28 November 2017.

Saat ini, dari data yang ia terima, arah angin bertiup ke arah selatan dan barat daya. Kondisi ini yang membuat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai masih ditutup.

Ia pun menambahkan, penduduk di 22 desa yang terdampak semua sudah mengungsi dan berdatangan. Saat ini sudah ada 40 ribu dari 217 titik yang sudah berada di pengungsian.

"Terbanyak di Karang Asem. Mereka semua sudah masuk di titik pengungsian yang sudah disiapkan,” tuturnya.

“Mereka belum masuk tenda karena di bangunan umum masih cukup. Pengungsi pun dalam keadaan baik. Dinas kesehatan Polri dan TNI turut membantu mengurus. Masyarakat tertib ke pengungsian," katanya.

Menanggapi informasi adanya hujan batu di sekitar Gunung Agung, Luhut pun meminta agar pemda dan pemangku kepentingan terkait yang berada di Bali agar terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

"Kalau bisa langsung dikonter berita hoaks itu," katanya.

Ia juga meminta media agar mendapatkan informasi dari sumber yang tepercaya. Menurutnya, setiap berita yang berisi informasi tidak benar dapat meresahkan warga.

"Kami juga minta media memberitakan yang tidak membuat panik masyarakat. Dapatkan sumber dari yang tepercaya," katanya.