Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 28 November 2017 | 20:11 WIB
  • Pengganti Panglima TNI, KSAD: Yang Pasti Bintang Empat

  • Oleh
    • Rendra Saputra,
    • Syaefullah
Pengganti Panglima TNI, KSAD: Yang Pasti Bintang Empat
Photo :
  • ANTARA Foto/Rosa Panggabean
Kepala Staf TNI AU Hadi Tjahjanto, Kepala Staf TNI AL Ade Supandi dan Panglima TNI Gatot Nurmantyo (kanan).

VIVA – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan pensiun dari jabatannya, Maret 2018. Ditanya terkait siapa yang akan menggantikannya, Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Mulyono enggan terlalu banyak berkomentar.

"Yang jelas bintang empat, siapa yang dipilih tergantung dinamika," ujar Mulyono di Mabes TNI AD, Jakarta Pusat, Selasa, 28 November 2017.

Mulyono pun tak mau menjawab apakah dirinya siap jika nantinya ditunjuk oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo sebagai panglima TNI. "Enggak usah dikomentari itu biarkan saja berjalan sesuai dengan sistem yang ada. Kita tidak usah mengandai-ngandai," ujarnya.

Isu pergantian panglima TNI belakangan memang mulai banyak diperbincangkan, bahkan ada yang mengusulkan agar pengganti Jenderal Gatot berasal dari matra TNI Angkatan Udara. Usulan itu dicetuskan politikus PDIP, TB Hasanuddin.

Kata TB, sekarang ini jatahnya TNI AU agar adanya kesempatan antara setiap matra angkatan TNI dan memegang pucuk pimpinan. Selain itu, agar ada perpaduan yang kokoh atau hubungan yang erat antara tiga matra angkatan.

"Kalau ditanya kenapa kok mendorong Angkatan Udara. Ya biar kohesi darat, laut, udara terjadi dengan baik di semua kesempatan. Berilah kesempatan pada udara," ujar TB Hasanuddin.

Hal yang sama juga diucapkan oleh anggota Komisi I DPR, Supiadin Aries. Kata dia, sebaiknya jabatan panglima TNI dijabat secara bergantian dari setiap matra. "Kalau menurut giliran, panglima TNI pengganti Jenderal Gatot Nurmantyo seharusnya dari TNI AU," ujar Supiadin.