Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 28 November 2017 | 22:05 WIB
  • Gubernur Bali: Jalur Laut Masih Aman dan Bisa Dilewati

  • Oleh
    • Anisa Widiarini,
    • Bayu Nugraha
Gubernur Bali: Jalur Laut Masih Aman dan Bisa Dilewati
Photo :
  • Viva.co.id/Bayu Januar
Gubernur Bali Made Mangku Pastika

VIVA – Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, mengatakan jalur laut menuju dan dari Bali sampai saat ini masih terpantau aman untuk dilewati. Hal ini diungkapannya saat melakukan video conference bersama Menteri Koordinator Maritim, Luhut Binsar Panjaitan, dan Menteri Pariwisata, Arief Yahya.

Dalam video conference yang dilakukan di Kementerian Perhubungan tersebut turut dihadiri oleh Menhub Budi Karya Sumadi, Kepala BMKG, Dir Ops Basarnas, Kepala BNPB, Kapolda Banten dan Kepala Staf Pangdam Udayana.

"Jalur transportasi laut masih baik. Gilimanuk masih beroperasi, hanya perlu diwaspadai gelombang tinggi. Untuk penyebarangan siang hari aman," kata Made dalam video conference, Selasa, 28 November 2017.

Untuk para wisatawan yang tak bisa menggunakan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, ia menuturkan, pihaknya bekerja sama dengan pihak Bandara dan maskapai untuk menyalurkan para wisatawan ke terminal, stasiun atau bandara lainnya.

"Hari ini diberangkatkan oleh pihak Angkasa Pura dan pengelola pariwisata ada 23 bus ke Surabaya. Nanti sampai sana mereka akan mengangkut para penumpang dari Surbaya ke Bali," katanya.

Sejauh ini, kata Mangku Pastika, masyarakat lebih banyak menaiki bus untuk melanjutkan perjalanannya baik ke Surabaya maupun langsung ke Jakarta.

Walaupun saat ini masih dirasa cukup, ia meminta kepada pihak Kementerian Perhubungan agar menyiapkan 60 bus selama seminggu untuk mengangkut penumpang ke Surabaya dan Jakarta.

"Kami meminta dukungan satu hari 60 bus selama seminggu untuk menuju Surabaya dan Jakarta. Kapal angkutan dari Benoa ke Surabaya. Satu kapal cukup karena sebagian besar ingin naik bus dari Bandara ke Surabaya dan Jakarta," ucapnya.

Mengenai status Bandara I Gusti Ngurah Rai, setiap enam jam sekali pihaknya melakukan evaluasi dengan pihak BNPB, BMKG dan PVMBG.

"Setiap 6 jam melakukan evaluasi untuk menentukan langkah berikutnya apakah airport dibuka atau tidak," ujarnya. (ase)