Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 28 November 2017 | 23:58 WIB
  • Menteri Sosial: Ada 323 Daerah Rawan Bencana

  • Oleh
    • Rendra Saputra,
    • Nur Faishal (Surabaya)
Menteri Sosial: Ada 323 Daerah Rawan Bencana
Photo :
  • VIVA.co.id/Nur Faishal
Khofifah Indar Parawansa di Pesantren Amanatul Ummah Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu, 5 November 2017.

VIVA – Musim hujan sudah tiba. Bencana seperti longsor, banjir dan puting-beliung mengintai warga di negeri ini. Merujuk data Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyebut sebanyak 323 kabupaten/kota di Indonesia rawan dilanda bencana.

"Ada 323 kabupaten/kota terdeteksi rawan bencana, termasuk di Sidoarjo," kata Khofifah saat mengunjungi korban puting-beliung di Tambakrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa, 28 November 2017.

Puting beliung menerjang beberapa desa di Kecamatan Waru, Rabu , 22 November 2017. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, tetapi ratusan rumah warga mengalami kerusakan. Warga yang rumahnya rusak diungsikan ke Madrasah Ibtidayah Nahdlatul Ulama Darul Ulum di Waru.

Khofifah mengatakan, bencana berpotensi terjadi ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi. Di sisi lain, daya dukung alam tidak seimbang, seperti banyaknya pendangkalan dan penyempitan sungai. Maka itu semua pihak harus melakukan antisipasi dini untuk penanganan bencana.

Pemerintah sendiri, lanjut Ketua Umum Muslimat NU itu, menyiapkan 270 ribu ton cadangan beras pemerintah untuk korban bencana. Ketika dalam status tanggap darurat, kepala daerah di kabupaten/kota bisa mengeluarkan surat keputusan untuk mendistribusikan 100 ribu ton beras cadangan.

Bila masih kurang, gubernur bisa mengeluarkan SK untuk 200 ribu ton beras cadangan. "Kondisi tanggap darurat itu seperti yang terjadi di bencana Gunung Sinabung dan Gunung Agung di Bali," ucap Khofifah. (ase)