Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 30 November 2017 | 05:47 WIB
  • Ingin Ganjar Jadi Saksi, Pasangan Ini Menikah Mendadak

  • Oleh
    • Endah Lismartini,
    • Dwi Royanto (Semarang)
Ingin Ganjar Jadi Saksi, Pasangan Ini Menikah Mendadak
Photo :
  • Viva.co.id/Dwi Royanto
Ganjar dan pasangan pengantin yang ingin ia menjadi saksi pernikahan mereka.

VIVA – Acara dialog warga dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama warga di Desa Tahunan Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Rabu malam, 29 November 2017 mendadak heboh. Secara mengejutkan, seorang pria dan wanita meminta dinikahkan malam itu juga oleh gubernur.

Pasangan tersebut diketahui bernama Sukiman (39 tahun) dan Suwati (33 tahun). Keduanya memang berkeinginan menikah disaksikan oleh gubernur. Anehnya, pernikahan itu harus dilakukan di depan balai desa sebelum acara dialog dimulai.

Saat acara baru saja dibuka pembawa acara, tiba-tiba datang rombongan yang dipimpin penari topeng bambangan cakil sebagai cucuk lampah. Kedatangan rombongan yang mendadak itu bahkan tak diketahui oleh panitia dan tidak masuk jadwal acara malam itu.

Tiba-tiba, ratusan orang dibuat kebingungan dengan kedatangan seorang pria berpeci dan berjas hitam lengkap maju ke panggung utama. Ia langsung mendekat ke arah Ganjar dan memulai pembicaraan.

"Pak Gubernur mohon bersedia jadi saksi pernikahan saya malam ini juga, " ujar pria bernama Sukiman itu.

Permintaan Sukiman sontak membuat Gubernur yang duduk di kursi panggung kaget. Awalnya, Ganjar mengira apa yang diucapkan Sukiman adalah bagian dari lawakan. Tapi sebaliknya, Sukiman rupanya serius untuk menikah malam itu juga. Ia juga membawa pasangannya Suwati lengkap dengan dua orangtua wali serta penghulu. Suwati yang diketahui seorang janda dua anak itu juga telah berbusana lengkap layaknya seorang calon pengantin.

"Ini mau kawin betulan pak? Betulan apa guyon? (bercanda),"  tanya Ganjar kepada wali mempelai perempuan.
 
Kedua orang tua calon pengantin satu persatu berbicara dan membenarkan bahwa ingin menikahkan anak mereka. Mengetahui Ganjar akan datang ke desanya hari ini, Sukiman bersikeras agar Ganjar menjadi saksi pernikahannya.

"Pokoknya saya kepengen bapak jadi saksi, makanya jam akadnya saya paskan malam ini," katanya.

Setelah berdialog singkat, Gubernur pun bersedia menjadi saksi pernikahan Sukiman dan Suwati. Dengan cepat, panggung acara itu disulap menjadi lokasi akad nikah. Sejurus kemudian, akad nikah keduanya berlangsung kilat disaksikan Gubernur, abupati Grobogan Sri Sumani, pejabat Pemprov dan ratusan perangkat desa yang hadir malam itu.

"Saya terima nikahnya Suwarti binti Sugeng dengan mas kawin uang lima puluh ribu rupiah dibayar tunai," kata Sukiman tegas.

"Sah," kata Ganjar.

Usai dinyatakan sah, tepuk tangan warga malam itu langsung bergemuruh. Dua mempelai yang telah resmi jadi suami istri itu kemudian berfoto dengan memamerkan buku nikahnya. Ganjar pun ikut berfoto bersama dengan pengantin dan keluarga mempelai.

Usai berfoto, Ganjar mempersilakan pengantin duduk di kursi tengah menghadap warga yang malam itu dianggap sebagai panggung pelaminan.

"Bapak ibu sekarang yang hadir mau dialog atau salam-salaman sama pengantin? Kalau salaman harus nyumbang lho ya,"  kata Ganjar.

Usai prosesi akad, acara Rembuk Desa pun dilanjutkan. Meski acara sempat molor satu jam namun ratusan warga tetap antusias mengikuti acara yang dihibur dengan tarian rakyat tersebut. (one)