Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 30 November 2017 | 15:53 WIB
  • Andi Narogong Ungkap Pemberian Ruko ke Adik Gamawan Fauzi

  • Oleh
    • Eko Priliawito,
    • Edwin Firdaus
Andi Narogong Ungkap Pemberian Ruko ke Adik Gamawan Fauzi
Photo :
  • ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Terdakwa E-KTP, Andi Narogong

VIVA – Terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong menyebut bahwa uang korupsi proyek e-KTP 2011 mengalir kepada anggota DPR dan pejabat di Kementerian Dalam Negeri.

Salah satu yang ikut menerima jatah dalam bagi-bagi fee itu adalah Azmin Aulia, yang merupakan adik kandung mantan Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi.

Menurut Andi, Azmin diberi sebuah ruko di Grand Wijaya, Kebayoran, Jakarta Selatan. Ruko tersebut diberi kepada Azmin oleh Dirut PT Sandipala Arthaputra Paulus Tanos.

PT Sandipala merupakan anggota Konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI), yang ditunjuk sebagai pelaksana proyek e-KTP.

"Setelah ada pemenang lelang, ruko diberikan kepada Azmin. Itu bekas kantornya Paulus Tanos yang dibalik nama ke Azmin Aulia," kata Andi saat menjalani pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 30 November 2017.

Andi mengatakan, sejak awal perencanaan proyek e-KTP, ia dan pengusaha lainnya sudah diminta kesiapan untuk memberikan fee 10 persen. Sebanyak 5 persen akan diberikan ke anggota DPR, sementara 5 persen lainnya untuk pejabat Kemendagri.

Menurut Andi, setiap anggota konsorsium telah diberikan tugas masing-masing sesuai persentase yang akan diberi kepada pejabat di DPR RI maupun Kemendagri. Karena Paulus telah memberikan fee kepada Azmin, Andi menyerahkan uang 1,5 juta dollar AS kepada pejabat Kemendagri.

Adapun persentase fee tersebut diminta secara langsung kepada Andi dan pengusaha lainnya oleh Irman yang saat itu menjabat Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.

Majelis hakim sempat mengulang pertanyaan kepada Andi soal pemberian ruko kepada Azmin. Sebab di persidangan sebelumnya, Azmin selalu membantah menerima apa pun terkait e-KTP.

"Saya tidak tahu yang mulia, itu keterangan masing-masing," kata Andi. (ase)