Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 30 November 2017 | 17:17 WIB
  • Bertaruh Nyawa Demi Selamatkan Nenek di Kaki Gunung Agung

  • Oleh
    • Bayu Adi Wicaksono,
    • Bobby Andalan (Bali)
Bertaruh Nyawa Demi Selamatkan Nenek di Kaki Gunung Agung
Photo :
  • Bobby Andalan (Bali)
Tim SAR Bali saat mengevakuasi warga di kaki Gunung Agung, Bali.

VIVA – Sampai saat ini Gunung Agung tak henti-henti menyemburkan material magma dari perut gunung melalui lubang di kawah puncak gunung. Asap, abu, lava dan batu pijar terlontar dari pusat letusan.

Di tengah kondisi sang agung yang tak juga henti beraktivitas, ternyata masih ada warga yang memilih bertahan di rumah mereka, meski kediamannya berada tak jauh dari kaki Gunung Agung. 

Padahal, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi telah mengeluarkan rekomendasi zona berbahaya dalam radius 10 kilometer dari puncak gunung.

Dalam kondisi seperti ini, dengan sangat terpaksa, tim Search And Rescue (SAR) harus mempertaruhkan nyawa mereka hanya demi mengevakuasi warga yang masih terjebak di zona merah.

Seperti yang terjadi dalam operasi penyelamatan pasangan suami istri penyandang disabilitas yang terjebak di rumah mereka yang berjarak hanya tiga kilometer dari puncak gunung, yakni di wilayah Dusun Perasan, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem.

Tim SAR berjuang menyelamatkan pasangan bernama Ketut Asih (65 tahun) dan istrinya Wayan Sari (45 tahun) saat terjadi gempa tremor overscale yang memicu Gunung Agung berdentum dan melontarkan batuan panas. Dalam situasi menegangkan itu, Ketut Asih dan Wayan Sari akhirnya berhasil dibawa lokasi pengungsian.

Sebelumnya, tim SAR juga mengevakuasi warga yang menderita depresi akut yang tinggal di Dusun Kemuning, Desa Wanagiri, Kecamatan Bebandem yang masuk dalam zona merah Gunung Agung. Adalah Ni Wayan Musti (75 tahun) yang harus diungsikan agar terhindar dari bahaya.

Dengan menggunakan rescue car double cabin, ia dibawa ke rumah sakit jiwa Bangli untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Hingga kini, sudah ratusan orang yang dievakuasi Tim SAR

Menurut Kepala SAR Denpasar, Ketut Gede Ardana, tim penyelamat akan terus melakukan operasi serupa sampai seluruh penduduk yang ada di zona berbahaya terevakuasi ke tempat aman. "Kami akan kosongkan zona bahaya Gunung Agung sesuai rekomendasi PVMBG," kata Ardana, Kamis 30 November 2017.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Bali, jumlah pengungsi per 29 November 2017 pukul 18.00 WITA sebanyak 43.358 jiwa yang tersebar di 229 titik pengungsian. 

Pengungsi terdapat di Kabupaten Buleleng (5.992 jiwa), Klungkung (7.790 jiwa), Karangasem (22.738 jiwa), Bangli (864 jiwa), Tabanan ( 657 jiwa), Kota Denpasar ( 1.488 jiwa), Gianyar (2.968 jiwa), Badung (549 jiwa), dan Jembrana (312 jiwa). Bahkan ada yang mengungsi ke Lombok.

Baca: Gunung Agung Kian Rapuh, Cuma Butuh Gempa 2 SR untuk Meletus