Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 30 November 2017 | 19:24 WIB
  • Mereka Nan Setia Menanti Wujud Gunung Agung dari Balik Kabut

  • Oleh
    • Bayu Adi Wicaksono,
    • Bobby Andalan (Bali)
Mereka Nan Setia Menanti Wujud Gunung Agung dari Balik Kabut
Photo :
  • REUTERS/Petra Simkova
Gunung Agung Meletus

VIVA – Hari sudah siang, tapi Gunung Agung masih malu menampakkan wujud. Sejak pagi, sang gunung masih bersembunyi di balik kabut putih pekat.

Di Pos Pengamatan Gunung Api Agung di Desa Rendang, Kabupaten Rendang, Kabupaten Karangasem, sejumlah ahli dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, tak henti mengarahkan pandangan ke arah gunung, meski lagi-lagi yang terlihat hanya hamparan kabut.

Di dalam pos seismograf tak henti-henti mengeluarkan suara raungan seiring terekamnya aktivitas kegempaan yang terjadi di tubuh gunung. Raungan semakin keras terdengar sejak letusan magmatik pertama kali terjadi dan membuka sumbatan magma yang ada di dasar kawah.

Sementara itu, di halaman pos, sejumlah wartawan terlihat harap-harap cemas menanti Gunung Agung menampakkan diri. Kamera video maupun foto terpasang dalam posisi stand by. Sesekali kabut berkeselip, secepat kilat jepretan foto dan rol kamera video dinyalakan.

Beberapa jurnalis sempat mendapatkan gambar cukup baik meski harus berpacu dengan kabut. "Dapat gambarnya tadi, cukup jelas," kata Mico, videografer dari salah satu media ternama di Tanah Air, Kamis, 30 November 2017.

Kendati begitu, sesekali waktu Gunung Agung menampakkan diri. Ia begitu kokoh dan perkasa. Sungguh agung. "Besar sekali dari sini terlihat gunungnya," kata Puspita, warga Kuta yang datang untuk melihat keindahan Gunung Agung dari Pos Pengamatan Gunung Api Agung di Desa Rendang.

Meski lebih sering terhalang kabut, namun pengamatan tak terganggu sama sekali. Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api dari PVMBG, I Gede Suantika, mengaku selain beberapa titik pos pengamatan di lokasi lain, berbagai alat pengamatan di sini cukup lengkap.

"Cukup lengkap. Tidak dapat visual dari kamera DSLR, masih ada kamera CCTV. Alat lain juga bisa menangkap segala macam aktivitas gunung api ini (Gunung Agung)," ujar dia. 

Di sini,warga juga bisa mendapat penjelasan yang cukup baik mengenai aktivitas Gunung Agung. Selain aktivitas letusan 1963 yang dipajang di dinding informasi, tiap perkembangan terbaru juga disampaikan melalui laporan yang ditempel di papan informasi. Warga bebas untuk mengaksesnya. Bahkan, mereka bisa bertanya langsung kepada petugas PVMBG di sela kesibukannya.

Begitulah gambaran aktivitas yang setiap hari berlangsung di Pos Pengamatan Gunung Api Agung sejak gunung berketinggian 3.142 mdpl ini mulai menggeliat usai tertidur panjang selama puluhan tahun. Para ahli gunung api, wartawan, relawan dan masyarakat selalu setia menanti wujud Gunung Agung.

Baca: Bertaruh Nyawa Demi Selamatkan Nenek di Kaki Gunung Agung

  • Bertaruh Nyawa Demi Selamatkan Nenek di Kaki Gunung Agung
    Bertaruh Nyawa Demi Selamatkan Nenek di Kaki Gunung Agung
  • Gunung Agung Kian Rapuh, Cuma Butuh Gempa 2 SR untuk Meletus
    Gunung Agung Kian Rapuh, Cuma Butuh Gempa 2 SR untuk Meletus
  • Gunung Agung Erupsi, Bali Democracy Forum Pindah ke Serpong
    Gunung Agung Erupsi, Bali Democracy Forum Pindah ke Serpong
  • Bandara Lombok Ditutup, Penumpang Tertahan di Ngurah Rai
    Bandara Lombok Ditutup, Penumpang Tertahan di Ngurah Rai
  • Ngurah Rai Tutup Sehari, 47 Maskapai Rugi Rp67,5 Miliar
    Ngurah Rai Tutup Sehari, 47 Maskapai Rugi Rp67,5 Miliar
  • Turis China Terjebak di Bali, Maskapai ini Kirim Dua A330
    Turis China Terjebak di Bali, Maskapai ini Kirim Dua A330