Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 30 November 2017 | 20:29 WIB
  • Bromo dan Semeru Jadi Habitat Macan Tutul di Jawa Timur

  • Oleh
    • Anisa Widiarini,
    • Lucky Aditya (Malang)
Bromo dan Semeru Jadi Habitat Macan Tutul di Jawa Timur
Photo :
  • ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Melihat Eksotika Keindahan Gunung Bromo

VIVA – Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menjadi habitat macan tutul di Jawa Timur. Dari hasil penelitian dengan mengukur jarak jelajah diidentifikasi ada 35 hingga 60 macan tutul yang hidup di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan, Balai Besar TNBTS, Agung Siswoyo, mengatakan sejak tahun 2015 hingga 2017 telah dilakukan pemasangan 45 kamera penjebak untuk melakukan pemantauan macan tutul dan harimau jawa yang dianggap sudah punah.

"Dari hasil penelitian, daerah jelajah macan tutul itu 30 kilometer persegi. Jika dengan metode itu dengan kondisi tutupan lahan 70 persen hutan sekunder dan primer yang menjadi habitat macan tutul, perkiraan kita antara 35 sampai 60 ekor," kata Agung, Kamis, 30 November 2017.

Agung menjelaskan daerah jelajah macan tutul jantan tidak akan bertindihan dengan macan tutul jantan lainnya. 

"Satwa yang menjaga betul teritorinya. Ia akan mengusir, macan tutul yang sama jika memasuki wilayahnya," ucap Agung.

Dari metode itu, pihak Balai Besar mengandalkan pantauan kamera penjebak dalam mengidentifikasi macan tutul. Tidak lagi mengandalkan temuan  di lapangan berupa bekas cakaran macan tutul atau kotoran.

"Kita akhirnya mempunyai bukti, tidak lagi tergantung pada bekas cakaran dan kotoran atau tanda lainnya. Dengan kamera kita bisa mengidentifikasi dengan parameter demografi apakah dia betina, jantan, dewasa atau anak macan tutul," papar Agung.

"Dan kita bisa membedakan individu yang satu dan yang lainnya. Sehingga kita tahu persis jumlah macan tutul di TNBTS," imbuh Agung.

Keberadaan kamera penjebak dianggap sangat membantu petugas. Pihak Balai Besar saat ini mempunyai data visual keberadaan macan tutul. Petugas sedang melakukan pendataan jumlah pasti macan tutul di wilayahnya.

"Jika dulu kita hanya mendapat informasi sebatas dari perjumpaan warga dan petugas, kita sekarang bisa mengetahui pasti jejak macan tutul. Kita sedang proses mengumpulkan data," ujar Agung.

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menjadi kantong habitat macan tutul di Jawa Timur. Selain Taman Nasional Baluran, Situbondo. Macan Tutul banyak ditemukan melintas di Wilayah Senduro, Lumajang dan Poncokusumo, Malang.

"Di TNBTS banyak ditemukan macan tutul sedang melintas di ireng-ireng, kali cilik, arah Lumajang. Sedangkan Hasil monitoring kita di Gunung Kukusan dan Watu Pecah, Poncokusumo Malang," kata Agung.

Keberadaan macan tutul di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru tidak lepas dari banyaknya sumber pakan yang baik. Satwa liar tergantung dari empat kebutuhan dasar, makanan, air, ruang gerak dan perlindungan dari alam.

"Macan tutul predator yang tersisa setelah harimau jawa yang dinyatakan punah juga butuh perlindungan. Tidak hanya dari manusia tapi juga cuaca dan alam. Untuk makan masih banyak kijang dan babi hutan di wilayah TNBTS," ucap Agung.