Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 2 Desember 2017 | 14:19 WIB
  • Jelang Pilkada, Khofifah Ziarah Makam Raja-Raja Imogiri

  • Oleh
    • Dedy Priatmojo,
    • Daru Waskita (Yogyakarta)
Jelang Pilkada, Khofifah Ziarah Makam Raja-Raja Imogiri
Photo :
  • VIVA/Daru Waskita
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa ziarah Makam Raja Imogiri

VIVA – Kedatangan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa ke Bantul Yogyakarta untuk meninjau sekaligus menyerahkan santunan bagi para korban banjir dan longsor, dimanfaatkan untuk berziarah ke Makam Raja-Raja Mataram di Panjimatan, Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Ketua Umum Muslimat NU didampingi Wakil Bupati Bantul, Abdul Hakim Muslih dan sejumlah rombongan. Aturan yang mewajibkan perempuan menggunakan pakaian kemben tak menyurut niatnya untuk berziarah.

Dengan menggunakan pakaian kemben dan bagian dada ditutup jarit serta menggunakan kerudung putih, Calon Gubernur Jawa Timur itu menaiki tangga untuk menuju makam Sultan Agung didampingi abdi dalem Keraton Yogya penunggu makam Sultan Agung.

Sekitar satu jam Mensos melakukan ziarah ke Makam Sultan Agung yang ditutup dengan pengajian di pendopo makam Sultan Agung yang tak jauh dari pintu masuk makan.

Ketika ditanya apakah ziarah ke pusara Sultan Agung tersebut terkait dengan rencana maju menjadi Cagub Jatim pada Pilkada 2018 yang akan datang, Khofifah menegaskan bahwa tradisi ziarah selalu dia sempatkan bila berkunjung ke daerah yang kebetulan ada makam ulama atau tokoh bangsa, seperti ziarah Wali Songo.

"Ya sudah menjadi tradisi saya untuk berziarah makam tokoh dan pendiri bangsa. Dan Sultan Agung salah satu tokoh bangsa. Jangan dikaitkan dengan politik," kata Khofifah, Sabtu 2 Desember 2017.

Ditanya dengan aturan pagi perempuan harus menggunakan pakaian kemben yang terkadang menjadi bagi umat muslim perempuan berziarah, Khofifah mengaku tak repot dengan paugeran yang ditetapkan oleh Keraton Yogyakarta. "Tidak masalah toh masih tertup semua ( bagian atas ditutup jarit). Ndak repot kok," ungkapnya.

Aturan dari Keraton Yogya itu justru bisa menjadikan Makam Raja-Raja Mataram bisa untuk wisata budaya, wisata religi hingga wisata sejarah. "Bahkan bisa menjadi wisata nusantara," ungkapnya.

Sementara Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim mengaku hanya diberi tugas menemani Menteri Sosial ziarah ke makam raja sesuai dengan agenda. Namun politisi PKB itu tak membantah ziarah ke makam Sultan Agung terkait agenda Pilkada Jatim. "Ya mungkin bisa saja. Tapi yang tahu kan ibu Mensos," ujarnya.