Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 3 Desember 2017 | 13:24 WIB
  • PVMBG Punya Aneka Analisis, Gunung Punya Rencana Sendiri

  • Oleh
    • Mohammad Arief Hidayat,
    • Bobby Andalan (Bali)
PVMBG Punya Aneka Analisis, Gunung Punya Rencana Sendiri
Photo :
  • REUTERS/Johannes P. Christo
Abu vulkanik erupsi gunung Agung Bali

VIVA – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG memiliki aneka analisis tentang kemungkinan yang akan terjadi pada Gunung Agung, menyusul aktivitas vulkaniknya yang melemah pada Minggu, 3 Desember 2017.

Kemungkinan pertama, tekanan energi Gunung Agung memang cenderung melemah dan perlahan habis sehingga mencapai kesetimbangan baru dan erupsi selesai. Kemungkinan kedua, Gunung Agung mengalami fase istirahat namun sedang terjadi akumulasi tekanan, yang pada masa tertentu bisa menjadi erupsi yang lebih eksplosif. Baca: Gunung Agung Tenang Tapi Belum Tentu Tak Akan Meletus Lagi

Semua analisis itu, menurut PVMBG, memang ilmiah karena berdasarkan sains vulkanologi, tapi bukan metode deterministik atau pasti. Vulkanologi adalah sains dengan pendekatan metode probabilistik atau semua serba mungkin alias mengandung unsur ketidakpastian.

"Artinya, meskipun saya di atas menjelaskan beberapa kemungkinan, bisa jadi Gunung Agung punya rencananya sendiri, yang tidak masuk ke kemungkinan di atas," kata Devy Kamil Syahbani, Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur PVMBG, di Kabupaten Karangasem, Bali.

Atas dasar ketidakpastian itu, Devy mengingatkan masyarakat agar bersabar mengikuti perkembangan. PVMBG selalu memonitor aktivitas Gunung Agung setiap saat, bahkan setiap detik, sehingga didapat indikasi kecenderungan yang berguna untuk masyarakat.

Satu hal yang dicamkan Devy mengingat segala ketidakpastian Gunung Agung, "Kita tidak boleh lengah dan harus selalu siap siaga dengan segala kemungkinan."

"Mudah-mudahan," katanya berharap, "Gunung Agung memilih jalan yang kita harapkan, yaitu kemungkinan pertama: erupsinya selesai, supaya masyarakat bisa segera pulang dari pengungsian dan kembali beraktivitas normal; saya maupun teman-teman juga bisa kembali hidup normal, pulang bertemu keluarganya masing-masing." (mus)