Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 4 Desember 2017 | 13:38 WIB
  • Puluhan Ton Ikan Danau Maninjau Mati

  • Oleh
    • Mohammad Arief Hidayat,
    • Andri Mardiansyah (Padang)
Puluhan Ton Ikan Danau Maninjau Mati
Photo :
  • VIVA/Andri Mardiansyah
Puluhan ton ikan di Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Senin, 4 Desember 2017.

VIVA – Puluhan ton ikan di Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dilaporkan mati sebagai dampak cuaca buruk dalam dua pekan terakhir. Ikan-ikan itu ialah ikan yang dibudidayakan warga setempat melalui keramba apung.

Dinas Perikananan dan Ketahanan Pangan setempat mencatat sedikitnya sudah 50 ton ikan di danau itu mati sejak 27 November sampai 4 Desember 2017. Dinas menyebut itu siklus tahunan, terutama saat cuaca buruk. Tingkat kematian tiap tahun cukup besar dengan nilai kerugian yang besar pula.

"Untuk kali ini, kita mencatat sedikitnya lima puluh ton ikan mati akibat cuaca buruk yang mengakibatkan pembalikan air di dasar danau ke permukaan sehingga kurangnya oksigen karena endapan pakan yang terlalu banyak," kata Ermanto, Kepala Dinas Perikananan dan Ketahanan Pangan, Kabupaten Agam, pada Senin, 4 Desember 2017.

Danau Maninjau Terdampak Cuaca Buruk, Puluhan Ton Ikan Mati

Puluhan ton ikan yang mati itu berasal dari puluhan keramba apung milik 15 pembudidaya ikan keramba apung di sejumlah lokasi, seperti Bayua, Lunggai, Duo Kito, Tanjung Sani, dan Koto Melintang. Kerugian ditaksir mencapai Rp1,5 miliar dengan hitungan Rp30.000 per kilogram.

Aparat masih berupaya membersihkan bangkai-bangkai ikan itu agar tak mencemari lingkungan Danau Maninjau. Ikan-ikan yang mati itu mengeluarkan aroma busuk karena sudah mengambang di permukaan air beberapa hari.

Dinas mengimbau para pembudidaya untuk mengurangi aktivitas keramba apung. Soalnya keramba apung di Danau Maninjau sudah melebihi batas normal, ditambah endapan pakan berbahan kimia terjadi selama bertahun-tahun.