Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 4 Desember 2017 | 15:56 WIB
  • Sandal Berisi Sabu Masuk Rutan Cilodong Depok

  • Oleh
    • Harry Siswoyo,
    • Zahrul Darmawan (Depok)
Sandal Berisi Sabu Masuk Rutan Cilodong Depok
Photo :
  • VIVA.co.id/Zahrul Darmawan
Sandal beriisi belasan paket sabu-sabu yang berhasil diamankan dari narapidana di Rutan Cilodong Depok Jawa Barat, Senin (4/12/2017)

VIVA – Petugas Rumah Tahanan Cilodong Depok Jawa Barat menggagalkan penyelundupan sabu-sabu yang dilakukan oleh pengunjung untuk dua narapidana.

Sabu-sabu itu diselundupkan lewat sebuah sandal yang telah dimodifikasi sehingga bisa menampung belasan paket sabu siap pakai.

"Sandal itu terlihat masih baru. Kami pun melakukan pemeriksaan dan ternyata di dalam sol sandal tersebut terdapat 14 paket sabu,” kata Kepala Rutan Cilodong Sohibur Rachman, Senin, 4 Desember 2017.

Temuan ini bermula dari hadirnya seorang pengunjung bernama Gr yang membesuk rekannya bernama Rz (44). Saat itu keduanya terpergok sedang bertukar sandal.

Dari pengembangan pemeriksaan terhadap Gr yang merupakan napi kasus pencurian dengan vonis tiga tahun penjara, muncullah nama Ag (23) yang merupakan tahanan kasus narkoba dengan vonis 5 tahun.

"Dari hasil tes urine yang dilakukan Satuan Narkoba Polresta Depok, mereka berdua positif menggunakan narkoba. Selanjutnya kasus ini kami serahkan ke polisi," katanya.

Penangkapan petugas Rutan Cilodong terhadap para napi yang menyimpan narkoba, bukan kali ini saja terjadi. Pada Februari 2017, petugas Rutan Cilodong mengamankan Ulfa Ramadhan alias ulat (25) yang kedapatan menyimpan 0,32 gram sabu di dalam kamar tahanannya.

Sedangkan Juni lalu, petugas mengamankan Deni Suryaginata (25), Muhammad Alif (24) dan Riyadi (26) yang kedapatan menyimpan 12 paket sabu di dalam selnya.

Tak hanya di situ. Perang terhadap narkoba terus dilakukan pihak Rutan Cilodong. Pada Agustus lalu, seorang napi bernama Robiansyah (27), diamankan karena menyimpan 0,5 gram sabu di dalam selnya.

Terkait hal itu berbagai upaya pun telah dilakukan petugas seperti dengan melengkapi kamera pengintai di sejumlah sudut, pengecekan barang dengan teknologi layaknya di bandara hingga melibatkan empat ekor anjing pelacak.