Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 5 Desember 2017 | 18:28 WIB
  • Calon Panglima TNI Telepon Ayahnya sebelum Pergi ke Istana

  • Oleh
    • Mohammad Arief Hidayat,
    • Lucky Aditya (Malang)
Calon Panglima TNI Telepon Ayahnya sebelum Pergi ke Istana
Photo :
  • VIVA/Lucky Aditya
Ayah Marsekal Hadi Tjahjanto, Bambang Sudarto, menunjukkan foto putra-putrinya kepada wartawan yang menemuinya di rumahnya di Malang, Jawa Timur, pada Selasa, 5 Desember 2017.

VIVA – Marsekal Hadi Tjahjanto, calon Panglima TNI, menyempatkan diri menelepon ayahnya di Malang sebelum pergi menghadap Presiden Joko Widodo di Istana Bogor pada Selasa pagi, 5 Desember 2017. Dia memohon restu dari orang tuanya untuk bersiap menjadi Panglima.

"Tadi pagi telepon saya, minta doa restu mudah-mudah semua lancar dan selamat. Saya doakan lancar saat menghadapi uji fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Panglima TNI)," kata sang ayah, Bambang Sudarto, ketika ditemui wartawan di rumahnya.

Bambang, yang merupakan purnawirawan TNI, mengaku bahagia begitu mengetahui putranya dicalonkan sebagai Panglima oleh Presiden. Dia mendoakan putranya mampu memegang teguh kepercayaan dan amanat baru yang diberikan oleh Kepala Negara.

Hadi Tjahjanto ialah pilot pesawat TNI Angkatan Udara dan banyak bertugas di pangkalan udara militer, yang kemudian menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Udara.

Pria kelahiran Malang, Jawa Timur, pada 8 November 1963, ini menyelesaikan pendidikan militernya di Akademi Angkatan Udara pada 1986. Lalu berkarier sebagai pilot di Skuadron 4 yang bermarkas di Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh, Malang.

Pada tahun 1993, ia naik jabatan menjadi Kepala Seksi Latihan Skuadron 4, dan berlanjut menjadi pimpinan Pendidikan Penerbang sebagai Komandan Flight Skuadron 101 di Pangkalan Udara Adi Sumarmo pada 1997.

Di awal tahun 2000, ia dipercaya menjadi Kepala Seksi Keamanan dan Pertahanan Pangkalan Dinas Operasi Lanud Adi Sucipto. Ia juga digadang menjadi Komandan Satuan Udara Pertahanan Komando Operasi Angkatan Udara I.

Selama periode tahun 2000-an, ia banyak meraih prestasi, hingga pada 2016 dilantik menjadi Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan. Presiden kemudian menunjuk Hadi untuk menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai Panglima.

Pergantian itu dinilai banyak pihak sudah memenuhi prosedur dan sejalan dengan Undang-Undang TNI yang menjelaskan bahwa pergantian kepemimpinan dari panglima akan digulirkan secara bergilir dari Angkatan Udara, Angkatan Laut, serta Angkatan Darat. (ase)