Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 5 Desember 2017 | 22:37 WIB
  • Felix Siauw: Bendera di Monas Bukan HTI tapi Rasulullah

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Felix Siauw: Bendera di Monas Bukan HTI tapi Rasulullah
Photo :
  • ILC tvOne
Felix Siauw di acara talkshow Indonesia Lawyers Club bertajuk “212: Perlukah Reuni?”

VIVA – Perdebatan seru terjadi dalam acara talkshow Indonesia Lawyers Club soal “212: Perlukah Reuni?” yang disiarkan malam ini di tvOne. Adu argumen yang seru terjadi antara pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda al-Boliwudi dengan penceramah Ustad Felix Siauw. 

Pokok perdebatan mereka adalah soal bendera bertuliskan berlafal la ilaha illallah muhammadur rasulullah, yang berkibar dalam Reuni Akbar 212 di Monas, Sabtu 2 Desember 2017. 

Abu Janda menilai Reuni 212 akhir pekan lalu ternoda dengan beredarnya bendera hitam putih tersebut. Sebab menurutnya, bendera itu tegas adalah bendera ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang telah dibubarkan pemerintah melalui Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 2 Tahun 2017. 

"Itu jelas sudah dibubarkan. Kenapa benderanya ada. Aparat ke mana," jelas Abu Janda dikutip dari tvOne, Selasa malam 5 Desember 2017. 

Abu Janda juga menunjukkan foto bendera yang diklaim sebagai bendera HTI itu dipasang di atas bendera Merah Putih. 

Menurutnya, foto itu menegaskan perlawanan terhadap hukum, sebab HTI sudah dibubarkan pemerintah dan merupakan ormas terlarang. Melihat foto bendera HTI di atas bendera Merah Putih, menurutnya, ini sudah jelas menginjak simbol negara. Abu Janda heran kenapa dengan hal seperti itu, aparat tidak segera bertindak. 

"Aparat kemana?" tanyanya.

Kemudian Abu Janda menepis klaim bendera yang dikibarkan itu adalah bendera Panji Rasulullah. Sebab menurut data yang dia peroleh, bendera Panji Rasulullah tidak berkombinasi hitam dan putih. 

Abu Janda kemudian menunjukkan kertas yang menurutnya adalah bendera Panji Rasulullah. Pada kertas tersebut, bendera Panji Rasulullah berwarna merah dan kuning dengan formasi yang berbeda dengan bendera yang dikibarkan peserta Reuni 212.

Abu Janda menjelaskan, bendera Panji Rasulullah yang asli saat ini tersimpan di Museum Toptaki di Istanbul Turki. Abu Janda kemudian menyinggung Felix yang gemar berkunjung ke Turki untuk mengecek bendera Panji Rasulullah tersebut.  

Tanggapan Felix Siauw

Setelah Abu Janda berbicara, Ustad Felix menanggapi beberapa pernyataan yang disampaikan Abu Janda.

Felix menyoroti apa yang dijelaskan dan ditunjukkan Abu Janda soal bendera. Menurut Felix, keterangan Abu Janda berbahaya.    

"Itu pembohongan publik, inilah hate speech yang sebenarnya. Bendera HTI adalah bendera Rasulullah," jelas Felix. 

Felix kemudian mengutip beberapa hadis yang menunjukkan, bahwa bendera Rasulullah adalah putih dan hitam dan tertulis di dalamnya kalimat la ilaha illallah muhammadur rasulullah.

Felix kemudian membalas sindiran Abu Janda soal kunjungan ke Turki. Felix yang telah menjadi mualaf sejak 2002 mengaku sudah sering berkunjung ke Museum Toptaki, Turki. Selama bolak balik ke museum tersebut, Felix yakin bahwa yang ditunjukkan Abu Janda tersebut bukanlah bendera Panji Rasulullah, melainkan bendera Utsmani. 

Untuk itu, Felix menyindir agar Abu Janda menyajikan pernyataan dengan berbasis data. 

"Semua muslim berhak memakai itu (bendera Panji Rasulullah)” jelasnya. (ren)