Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 5 Desember 2017 | 23:11 WIB
  • Ustaz Felix: Saya ke Museum Turki Tak Ada Bendera Rasul

  • Oleh
    • Beno Junianto,
    • Ichsan Suhendra
Ustaz Felix: Saya ke Museum Turki Tak Ada Bendera Rasul
Photo :
  • ILC tvOne
Felix Siauw di acara talkshow Indonesia Lawyers Club bertajuk “212: Perlukah Reuni?”

VIVA – Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda al-Boliwudi menyoal bendera yang diduga lambang HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) pada Reuni Akbar 212. Ia membawa foto yang diklaimnya sebagai bukti dalam acara talkshow Indonesia Lawyers Club bertajuk “212: Perlukah Reuni?” yang disiarkan malam ini di tvOne.

Dalam foto yang ditunjukkannya, Abu Janda mengklaim bendera hitam dengan lafadz syahadat berada di atas bendera merah putih. "Ideologi terlarang, khilafah, yang sudah dilarang, dengan terang-terangan dipromosikan di acara tersebut. Jejak digitalnya banyak," kata Abu Janda.

Dia kembali mempermasalahkan bendera tersebut. Dari data yang dipegangnya, bendera Rasul yang asli berada di sebuah museum yang berada di Turki. Maka ia menyimpulkan bendera yang ada pada reuni akbar 212 tersebut merupakan lambang HTI.

Hal tersebut langsung dibantah oleh Feliw Siauw. Selama mengunjungi museum tersebut lebih dari 10 kali, Felix mengaku tidak pernah melihat ada bendera Rasul yang dipajang. Ia pun meyakini bendera yang diakui Permadi sebagai bendera Rasul salah adanya.

"Datanya fatal. Saya ke (menyebut nama museum itu) lebih dari 15 kali. Mas Permadi tadi enggak tahu pernah ke sana apa belum? Tidak ada bendera Rasul dipajang di sana (menyebut nama museum). Mudah-mudahan tidak jadi bagian kesombongan saya, tapi saya rasa tidak ada yang tahu Utsmani daripada saya. Itu bukan bendera Rasul, itu bendera utsmani," ujar Felix.

Felix kembali menjelaskan mengenai bendera itu. Ia berpendapat bendera dengan lafadz syahadat bebas dipakai ummat muslim, tanpa harus mengaitkan kepada HTI. Abu Janda belum berhenti dan masih menyoalkan hal itu.

"Yang saya ingin bahas, logika, ini cacat logika, kalau ingin la ila ha illah, bisa warna kuning, ijo. Kenapa enggak sekalian bendera ISIS dipakai," katanya. (ren)