Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 6 Desember 2017 | 10:50 WIB
  • Antar Marsekal Hadi ke DPR, Jenderal Gatot Ikhlas

  • Oleh
    • Eko Priliawito,
    • Reza Fajri
Antar Marsekal Hadi ke DPR, Jenderal Gatot Ikhlas
Photo :
  • Reza Fajri
Jenderal Gatot Nurmantyo mengantar Marsekal Hadi Tjahjanto ke DPR

VIVA – Kedatangan calon Panglima TNI yang baru Marsekal Hadi Tjahjanto ke DPR untuk mengikuti uji kepatutan dan kelayakan pada Rabu 6 Desember 2017, turut diantar oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Hal ini sebagai wujud simbolis bahwa dirinya siap menyerahkan tampuk pimpinan TNI.

"Pantasnya saya mengantar ke sini sebagai pertanda bahwa begitu sudah disetujui kemudian dilantik, maka saya dengan tulus ikhlas, tongkat saya berikan kepada Pak Hadi," kata Gatot di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Marsekal Hadi juga diantar oleh Kepala Staf Angkatan Darat dan Laut. Menurut dia, ini juga pertanda bahwa KSAD dan KSAL yang lebih senior siap dipimpin oleh Hadi.

"Sebagai wujud yang pertama, bahwa Pak KSAD, KSAL, seniornya Pak Hadi secara akademik 3 tahun. Menunjukkan bahwa dengan mengantar ini KSAD dengan KSAL mengatakan kepada saya siap untuk dipimpin Pak Hadi," ujar Gatot.

Gatot juga mengungkapkan alasan mengapa Hadi yang dipilih di antara tiga kepala staf adalah karena Hadi punya kesempatan mengawal lebih lama tahun politik. Sementara KSAD dan KSAL akan segera pensiun.

"Karena mengawal pesta demokrasi di tahun politik itu bukan hanya 2018, sampai akhir 2019. KSAD 1 Juni pensiun, KSAL Januari 2019," kata Gatot.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sudah mengajukan nama KSAU Marsekal TNI Hadi sebagai calon panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan pensiun 1 Maret 2018. Pencalonan Marsekal Hadi sebagai panglima TNI sesuai dengan Pasal 13 Undang Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia.

Presiden Jokowi meyakini keputusannya mengajukan Marsekal Hadi sebagai calon tunggal panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo, adalah keputusan tepat. Kepala Staf TNI AU itu dinilai Jokowi sebagai prajurit yang profesional dan mampu memimpin organisasi TNI. (mus)