Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 6 Desember 2017 | 13:41 WIB
  • Ngeri, Setahun Ranah Minang Diguncang 236 Gempa

  • Oleh
    • Bayu Adi Wicaksono,
    • Andri Mardiansyah (Padang)
Ngeri, Setahun Ranah Minang Diguncang 236 Gempa
Photo :
  • VIVA.co.id/Andri Mardiansyah (Padang)
Peta gempa di Sumatera Barat

VIVA – Sumatera Barat terbukti memang wilayah provinsi di Indonesia yang paling rentan bencana gempa bumi. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika terbaru mencatat, selama kurang dari 365 hari di tahun 2017, Ranah Minang telah diguncang lebih dari 200 kali gempa bumi.

Menurut Kepala BMKG Padang Panjang, Rahmat Triyono, tercatat telah terjadi 236 kali gempa bumi di Sumbar dengan magnitude terbesar yakni 6,2 Skala Richter yang terjadi di Kepulauan Mentawai pada 31 Agustus 2017.

Dari total jumlah gempa itu, 22 kali gempa memiliki magnitude di atas 5 SR dan ada tujuh kali gempa yang guncangannya dirasakan masyarakat.

"Gempa bumi tersebut dirasakan cukup kuat di wilayah Padang Pariaman, Padang, Mentawai, Agam, Pesisir Selatan dengan intensitas guncangan mencapai V MMI, gempa ini juga dirasakan di wilayah Padang Panjang, Bukit Tinggi, Pasaman Barat, Limapuluh Kota, Tanah Datar, Solok, Pasaman, Payakumbuh bahkan juga di rasakan di Muko Muko dan Kepahyang Bengkulu. Namun dampak gempa bumi tersebut tidak ada laporan kerusakan yang serius," kata Rahmat, Rabu 6 Desember 2017.

Selain gempa bumi, selama 2017, wilayah Sumbar juga dilanda bencana cuaca ekstrem terutama ketika aktivitas Badai Dahlia yang tercipta di wilayah Bengkulu pada akhir November , yakni bencana tanah longsor dan Banjir. Seperti yang terjadi di Kabupaten Agam, Painan, Solok dan Kota Padang.

Dari semua kejadian berdampak tersebut Rahmat menegaskan jika BMKG Stasiun Meteorologi Minangkabau Padang Pariaman, telah memberikan peringatan dini cuaca ekstrem dan prospek cuaca untuk tiga hari sebelum kejadian.

Mengingat kondisi tersebut kerap terjadi, BMKG mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada dan menjauhi zona merah, apabila diperlukan.