Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 6 Desember 2017 | 19:00 WIB
  • Alasan Jenderal Gatot Mutasi Perwira Jelang Pensiun

  • Oleh
    • Dedy Priatmojo,
    • Reza Fajri
Alasan Jenderal Gatot Mutasi Perwira Jelang Pensiun
Photo :
  • REUTERS/Beawiharta/File Photo
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

VIVA – Jenderal Gatot Nurmantyo membenarkan telah melakukan perombakan posisi atau mutasi sejumlah perwira tinggi TNI, jelang masa jabatannya sebagai Panglima berakhir. Namun, Gatot menyebut mutasi dilakukan saat Ia belum mengetahui bahwa Presiden telah mengusulkan Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima baru.

Menurut Gatot, mutasi itu dibahas bersama perwakilan KSAL, KSAU dan KSAD pada 30 November. Keputusan juga keluar setelah mendapat restu dari Dewan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti).

"Tanggal 4 Desember kami rapat. Pada saat rapat kami belum tahu (ada pergantian Panglima TNI)," kata Gatot di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu 6 Desember 2017.

Mantan KSAD ini membantah jika mutasi perwira tinggi TNI itu adalah manuver pribadi. Andai Ia tahu Presiden sudah menunjuk calon Panglima TNI baru, maka dia tak akan melakukan rotasi perwira. "Kalau saya diberitahu nanti akan diganti Pak Hadi, sejak itu saya tidak boleh (mutasi)," ujar Gatot.

Gatot juga mengaku telah mendapat perintah Presiden Joko Widodo untuk tidak melakukan mutasi di jajaran Perwira TNI. Hal itu setelah dia menghadap Presiden baru-baru ini.

"Jadi kalau tanggal 5 Desember atau hari ini walaupun secara legalitas boleh tapi etika tidak. Clear ya," kata Gatot.

Sebelumnya, soal mutasi ini juga telah diingatkan oleh Wakil Ketua Komisi I Tubagus Hasanuddin. Dia meminta Gatot tidak membuat keputusan – keputusan strategis di akhir masa jabatannya, termasuk melakukan mutasi para perwira tingginya.

"Mutasi para perwira tinggi sebaiknya dilakukan oleh panglima baru agar suasana kondusif akan lebih tercipta," kata Hasanuddin.

Sebagaimana diketahui, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menandatangani mutasi dan promosi jabatan perwira tinggi di lingkungan TNI, jelang masa pensiun. Sebanyak 85 perwira tinggi TNI dimutasi dalam rangka  memenuhi kebutuhan organisasi dan pembinaan karier perwira.
 
Ada 46 Pati jajaran TNI Angkatan Darat, 28 Pati jajaran TNI Angkatan Laut dan 11 Pati jajaran TNI Angkatan Udara. Beberapa jabatan strategis yang dimutasi antara lain jabatan Pangkostrad dari Letjen TNI Edy Rahmayadi kepada Mayjen Sudirman, jabatan Pangdam Sriwijaya dari Mayjen AM Putranto kepada Mayjen Subiyanto.

Di jajaran TNI AL, jabatan Komandan Korps Marinir beralih dari Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono, kepada Brigjen TNI (Mar) Hasanudin. Mayjen Bambang dimutasi menjadi Komandan Komando Pendidikan dan Latihan TNI, menggantikan Mayjen Agung Risdhianto. Sementara di TNI AU, Pangkoopsau I Marsda TNI Imran Baidirus, dimutasi menjadi Pangkohanudnas, dan Marsma TNI Nanang Santoso dipromosikan menjadi Pangkoopsau I. (mus)