Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 7 Desember 2017 | 00:11 WIB
  • Terdesak Magma, Kawah Gunung Agung Menyembul

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Bobby Andalan (Bali)
Terdesak Magma, Kawah Gunung Agung Menyembul
Photo :
  • REUTERS/Darren Whiteside
Letusan Gunung Agung

VIVA – Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Devy Kamil Syahbana menjelaskan, dari hasil pengamatan melalui pengideraan jauh satelit di tengah kawah Gunung Agung terjadi pertumbuhan lava.

Lava yang terus bertumbuh itu menunjukkan adanya dorongan dari magma di dalam perut gunung setinggi 3.142 mdpl tersebut. Akibatnya di tengah kawah semakin naik menyembul ke atas.

“Dari deformasi yang sekarang teramati dari satelit bahwa di tengah kawah ini ada semacam pertumbuhan yang terus berlangsung, di tengah kawah. Dari tengah terus kawah ke luar. Artinya masih Ada terus pertumbuhan lava,” ujar Devy di Pos Pengamatan Gunung Api Agung di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, Rabu 6 Desember 2017.

Deny menuturkan, dari deformasi yang terjadi menunjukkan naiknya tanah di sisi atau slide inflation. Namun hal itu terjadi pada tengah kawah.

“Dari deformasi menunjukkan adanya slide inflation. Bukan di gunungnya, tapi di tengah kawah. Di sisinya agak mengembang,” tambah dia.

Meski tak terlalu signifikan, tapi Devy mengatakan, hal itu terjadi karena guncangan gempa frekuensi rendah yang meningkat beberapa hari belakangan. Gempa tersebut mengindikasikan adanya aliran fluida magma ke permukaan kawah Gunung Agung.

“Itu (gempa frekuensi rendah) seperti memompa,” ucapnya.

Hanya saja, kata Devy, mengenai kawah yang semakin menyembul itu tak bisa dihitung berapa diameternya. 

“Tidak bisa kita ukur. Itu indikasi karena dia sedang dipompa fluida magmanya,” tutur Devy.

Jika hal itu terus terjadi, Devy mengatakan, tak menampik hal itu akan berakibat pada terjadinya letusan Gunung Agung.

“Kalau itu terus terjadi dia bisa pecah, meletus seperti balon yang terus dipompa melebihi kapasitasnya,” katanya.