Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 7 Desember 2017 | 09:02 WIB
  • Hadi Tjahjanto Diwanti-wanti soal Intervensi Politik

  • Oleh
    • Syahrul Ansyari
Hadi Tjahjanto Diwanti-wanti soal Intervensi Politik
Photo :
  • VIVA/Reza Fajri
Calon Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, usai menjalani uji kepatutan dan kelayakan di DPR.

VIVA - Jenderal (Purnawirawan) Moeldoko mengakui adanya intervensi politik saat menjabat sebagai Panglima TNI. Dia meyakini situasi serupa juga akan dialami oleh juniornya Marsekal Hadi Tjahjanto.

"Saya pikir begitu, tapi enggak usah jadi ketakutan asal tetap jadi jati diri TNI," kata Moeldoko saat berbincang dengan tvOne, Kamis, 7 Desember 2017.

Moeldoko mengatakan intervensi politik di tahun politik bukanlah hak yang aneh. "Ya biasa itu, intervensi kanan kiri biasa. Itu tidak perlu disebutkan (dari mana saja). Yang diperlukan keteguhan hati setiap pemimpin, kalau pemimpin teguh tidak bisa dipengaruhi," kata Moeldoko.

Dia berharap apa yang dilakukannya semasa menjadi Panglima TNI bisa dijadikan referensi Hadi Tjahjanto. Saat itu, dia menjalankan politik negara.

"Pihak eksternal saya peringatkan jangan coba-coba pengaruhi prajurit TNI. Untuk prajurit TNI saya katakan, hei kalian para prajurit TNI, jangan mau dipengaruhi siapa pun," ujar dia.

Moeldoko menambahkan TNI juga biasa memetakan segala potensi ancaman yang mungkin dihadapi khususnya pada periode tertentu. Misalnya pada 2018, dan 2019, ketika pesta demokrasi digelar di tanah air, mereka bisa memprediksi di mana titik-titik krusialnya dan siapa pelakunya.

"Yang paling dipikirkan adalah bagaimana membangun soliditas. Satu kesatuan komando, panglima, sampai babinsa, Angkatan Laut terdepan, satu suara satu warna, tidak ada lain, belok kanan kiri. Satu kesatuan komando. Soliditas yang utuh, ini yang jadi satu pekerjaan awal Pak Marsekal Hadi. Bagaimana melakukan konsolidasi, membangun, memperkuat soliditas. Satu kesatuan komando," terangnya.

Presiden Jokowi memilih Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI. Hadi pada Rabu, 6 Desember 2017, kemarin sudah melakukan proses uji kelayakan dan kepatutan di DPR.

Hadi akan menjadi Panglima TNI di masa tahun-tahun politik pada 2018 dan 2019. Dia menggantikan posisi Jenderal Gatot Nurmantyo yang dipandang sejumlah pihak sering berpolitik.